Jelang MotoGP 2026 di Mandalika, Persiapan Capai 80 Persen, UMKM NTB Dapat Ruang Lebih Besar -->

Advertisement

Video Karaoke

Jelang MotoGP 2026 di Mandalika, Persiapan Capai 80 Persen, UMKM NTB Dapat Ruang Lebih Besar

15 Sep 2026


Mataram, NTB | bimakita.com — Persiapan penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, terus dimatangkan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan gelaran balap motor kelas dunia tersebut berlangsung lebih baik, tertata, profesional, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.


Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pengalaman penyelenggaraan MotoGP pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan tahun ini.


Hal tersebut disampaikan Miq Iqbal saat memimpin rapat persiapan MotoGP Mandalika 2026 di Mataram, Senin (14/9/2026).


“Harapan kita MotoGP tahun ini menjadi penyelenggaraan yang lebih baik, dengan lebih banyak melibatkan masyarakat, volunteer lokal, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berpartisipasi,” ujar Miq Iqbal.

 



Persiapan MotoGP Capai 80 Persen

Dari sisi teknis, progres persiapan MotoGP Mandalika 2026 disebut telah mencapai sekitar 80 persen.


Berbagai kebutuhan penyelenggaraan terus dimatangkan, mulai dari kesiapan fasilitas sirkuit, infrastruktur pendukung, kelistrikan, transportasi hingga sistem pengamanan terpadu.


Penyelenggara juga memastikan seluruh pembalap utama dunia akan hadir dalam seri MotoGP di Mandalika.


Pemprov NTB menilai perkembangan tersebut menunjukkan kesiapan Mandalika sebagai salah satu panggung penting dalam kalender balap motor dunia.


Tidak hanya kesiapan di dalam sirkuit yang menjadi perhatian. Pemerintah juga mempersiapkan berbagai aspek pendukung untuk menghadapi peningkatan jumlah wisatawan dan penonton yang diperkirakan datang ke NTB selama berlangsungnya MotoGP.



Akomodasi Disiapkan Antisipasi Lonjakan Wisatawan

Ketersediaan akomodasi menjadi salah satu perhatian utama menjelang MotoGP Mandalika 2026.


Pemprov NTB bersama pelaku industri pariwisata terus memastikan kesiapan hotel, penginapan dan berbagai pilihan akomodasi lainnya.


Koordinasi dilakukan agar kapasitas sekaligus kualitas pelayanan akomodasi mampu mengikuti peningkatan kunjungan wisatawan dan penonton MotoGP.


Terkait tarif akomodasi, Gubernur NTB menyampaikan bahwa evaluasi bersama pelaku pariwisata menunjukkan mekanisme pasar di kawasan Mandalika dinilai sudah berjalan dengan baik.


Karena itu, pemerintah menilai regulasi khusus mengenai tarif akomodasi tidak lagi diperlukan.


Meski demikian, pemerintah tetap melakukan koordinasi dan pengawasan, termasuk terhadap penjualan tiket melalui pihak ketiga. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya persoalan yang dapat merugikan masyarakat maupun wisatawan.


MotoGP Didorong Jadi Pasar Besar Produk Lokal NTB

Miq Iqbal juga meminta keterlibatan UMKM lokal diperbesar dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026.

Menurutnya, MotoGP tidak boleh hanya menjadi ajang yang mendatangkan wisatawan, tetapi juga harus menjadi pasar bagi berbagai produk unggulan NTB.

Kuliner, kerajinan, produk ekonomi kreatif dan berbagai produk lokal lainnya diharapkan memperoleh ruang optimal selama rangkaian event berlangsung.

Dengan demikian, dampak ekonomi MotoGP tidak berhenti pada sektor pariwisata, tetapi dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat.

Semangat tersebut sekaligus sejalan dengan visi pembangunan NTB “Makmur Mendunia.”

Pengamanan Disiapkan Terpadu

Dari sisi keamanan, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho menyampaikan bahwa seluruh unsur terkait telah melakukan persiapan pengamanan secara terpadu.

Pengamanan mencakup kawasan sirkuit, akses menuju lokasi, transportasi, akomodasi, pelayanan hingga protokol.

Persiapan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam gelaran MotoGP Mandalika 2026.

“Seluruh unsur harus bersinergi memastikan kesiapan pengamanan, transportasi, akomodasi, pelayanan, dan protokol,” ujarnya.

Kemungkinan kehadiran Presiden dalam ajang internasional tersebut dinilai menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan bagi NTB.

Karena itu, kesiapan MotoGP tidak hanya menyangkut kelancaran balapan di lintasan, tetapi juga kemampuan NTB menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah event olahraga kelas dunia.

Dengan persiapan yang kini telah mencapai sekitar 80 persen dan terus disempurnakan, MotoGP Mandalika 2026 diharapkan menjadi penyelenggaraan yang lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Bagi NTB, Mandalika bukan sekadar tempat berlangsungnya balapan. Panggung MotoGP 2026 ditargetkan menjadi penggerak pariwisata, ruang promosi produk lokal, pasar bagi UMKM, serta sumber pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Dari Mandalika Mendunia, NTB menargetkan MotoGP 2026 bukan hanya sukses di lintasan, tetapi juga meninggalkan dampak nyata di luar sirkuit.