Gubernur Lalu Muhammad Iqbal Masuk Bursa Ketua KONI NTB, Mori Hanafi Sudah Lebih Dulu Mendaftar -->

Advertisement

Video Karaoke

Gubernur Lalu Muhammad Iqbal Masuk Bursa Ketua KONI NTB, Mori Hanafi Sudah Lebih Dulu Mendaftar

14 Agu 2026


Mataram, NTB | bimakita.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhammad Iqbal resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB masa bakti 2026–2030.


Lalu Muhammad Iqbal datang ke meja Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Kedatangannya didampingi sejumlah perwakilan cabang olahraga (cabor) serta KONI kabupaten/kota yang memberikan dukungan.


Rombongan Lalu Muhammad Iqbal diterima Wakil Ketua TPP KONI NTB Andik Budi Hariono, didampingi Sekretaris TPP Agus Hakim bersama anggota tim lainnya.


Dalam proses pendaftaran tersebut, Lalu Muhammad Iqbal menyerahkan sejumlah persyaratan pencalonan, termasuk surat dukungan dan dokumen administrasi lainnya. Ia juga menyerahkan biaya pendaftaran sebesar Rp200 juta kepada TPP.


Pendaftaran ini menambah persaingan dalam perebutan kursi Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030. Hingga Jumat sore, tercatat sudah dua bakal calon yang resmi mendaftar dan menyerahkan persyaratan kepada TPP.


Bakal calon pertama adalah H. Mori Hanafi, disusul H. Lalu Muhammad Iqbal yang mendaftarkan diri pada Jumat sore.


TPP masih membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI NTB hingga Sabtu, 15 Agustus 2026. Artinya, masih terdapat satu hari bagi kandidat lain untuk mengambil kesempatan dan mendaftarkan diri.


Dengan masuknya nama Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, dinamika pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026–2030 semakin menarik untuk diikuti. Dukungan dari cabor dan KONI kabupaten/kota akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan peta persaingan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB.


Kini, perhatian tertuju pada hari terakhir pendaftaran. Apakah akan ada bakal calon lain yang menyusul Lalu Muhammad Iqbal dan Mori Hanafi? Jawabannya akan terlihat setelah TPP menutup proses pendaftaran pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Red)