Bima, NTB | bimakita.com – Festival Pesona Dana Mbojo yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bima (HJB) ke-386 diwarnai pemandangan yang memprihatinkan. Pada hari pertama pelaksanaan, sampah tampak berserakan di sejumlah titik di halaman hingga depan Kantor Bupati Bima, lokasi utama penyelenggaraan festival yang mengusung tema "Bima Bermartabat dalam Harmoni Budaya."
![]() |
| Didalam halaman kantor Bupati Bima |
Festival Pesona Dana Mbojo resmi dibuka pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 20.30 Wita di halaman Kantor Bupati Bima. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026, diawali dengan Pawai Rimpu dan dimeriahkan berbagai atraksi seni budaya, seperti tari tradisional, musik, pertunjukan vokal, pentas seni, hingga peragaan busana khas Bima.
Namun, di balik semarak panggung budaya yang menampilkan identitas dan kearifan lokal, kondisi lingkungan di lokasi acara justru menyisakan ironi. Sampah berupa gelas plastik, botol minuman, kemasan makanan, hingga kantong plastik terlihat berserakan di halaman maupun di depan Kantor Bupati Bima.
Itu sampah sisa acara pembukaan semalam. Sampai siang ini belum ada petugas kebersihan yang membersihkannya," ujar salah seorang pemilik stan UMKM peserta festival.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan panitia dan Pemerintah Kabupaten Bima dalam mengelola kebersihan selama pelaksanaan kegiatan. Sebab, keberhasilan sebuah festival budaya tidak hanya diukur dari kemegahan panggung dan banyaknya pengunjung, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan.
Kondisi tersebut menjadi sorotan warga terutama keseriusan dan kesiapan panitia penyelenggara dalam mengantisipasi dampak keberadaan pengunjung. Dalam sebuah kegiatan berskala besar, pengelolaan kebersihan seharusnya menjadi bagian yang direncanakan sejak awal.
Sangat disayangkan bang. Kantor Bupati seperti ini. Meskipun ada acara, seharusnya tetap ada petugas kebersihan. Mudah-mudahan segera dibersihkan," katanya.
Di sisi lain, peran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima juga menjadi perhatian. Menurut Ahmadin, sebagai perangkat daerah yang memiliki tugas di bidang pengelolaan kebersihan, apakah DLH dilibatkan dalam penyusunan skema penanganan sampah selama festival, berapa jumlah personel yang disiagakan, serta bagaimana mekanisme pembersihan pascaacara.
Kan ada DLH bang, libatkan aja mereka untuk menangani sampahnya. Biar dipagi hari tetap bersih, kan acaranya malam.aja bang". Lanjutnya.
Tema "Bima Bermartabat dalam Harmoni Budaya" semestinya tidak hanya tercermin dalam pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga melalui budaya disiplin serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
![]() |
| Kondisi sampah di depan Kantor Bupati Bima |
Kebersihan merupakan bagian dari wajah daerah yang pertama kali dilihat masyarakat maupun tamu yang hadir.
Pengelolaan sampah pada kegiatan berskala besar seharusnya telah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal, mulai dari penyediaan tempat sampah yang memadai, penempatan petugas kebersihan yang siaga, hingga edukasi kepada pengunjung agar membuang sampah pada tempatnya. Tanpa pengelolaan yang baik, kemeriahan festival justru berpotensi meninggalkan citra negatif.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Bima ke-386 seharusnya menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya tercermin melalui perayaan budaya, tetapi juga melalui tata kelola penyelenggaraan acara yang bersih, tertib, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Bima diharapkan menjadikan kondisi ini sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan Festival Pesona Dana Mbojo maupun agenda daerah lainnya ke depan tidak hanya sukses dari sisi kemeriahan, tetapi juga menjadi contoh dalam pengelolaan kebersihan dan pelestarian lingkungan (Red)

