Kota Bima – Ketua DPRD Kabupaten Bima Diah Citra Pravitasari menegaskan bahwa Uma Lengge bukan sekadar bangunan tradisional warisan leluhur, tetapi merupakan simbol ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal yang tetap relevan di tengah berbagai tantangan ekinomi dan pembangunan saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian Uma Lengge dan Command Center Kodim 1608/Bima di markas Kodim Kodim 1608/Bima, Kota Bima, Rabu (14/6/2026).
Menurutnya, keberadaan Uma Lengge mencerminkan kearifan masyarakat Bima dalam mengelola sumber daya pangan secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat.
"Uma Lengge memiliki nilai filosofis yang sangat tinggi. Bangunan ini mengajarkan bagaimana masyarakat Bima sejak dahulu menyiapkan cadangan pangan untuk menghadapi masa-masa sulit. Filosofi ini menunjukkan pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal," ujar kader Golkar Bima tersebut. .
Ia menjelaskan, Uma Lengge merupakan simbol budaya yang lahir dari kehidupan agraris masyarakat Bima. Fungsi utamanya sebagai tempat penyimpanan hasil panen menunjukkan bahwa leluhur Bima telah memiliki sistem pengelolaan pangan yang terencana jauh sebelum konsep ketahanan pangan modern dikenal luas.
Nilai-nilai yang terkandung dalam Uma Lengge masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ancaman perubahan iklim, serta fluktuasi harga kebutuhan pokok, masyarakat dituntut untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan menjaga ketersediaan pangan.
"Uma Lengge mengajarkan kita untuk tidak hanya berpikir tentang kebutuhan hari ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan. Nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," katanya.
Selain meresmikan Uma Lengge, pada kesempatan yang sama juga diresmikan Command Center Kodim 1608/Bima sebagai bagian dari upaya modernisasi sistem komando, pengawasan, dan koordinasi kelembagaan. Ketua DPRD Bima menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut dan berharap dapat semakin meningkatkan kinerja Kodim dalam menjalankan tugas-tugas pembinaan teritorial serta pelayanan kepada masyarakat.
Menurut mantan ketua Karang Taruna Kota Bima tersebut, keberadaan Command Center tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi dan pengendalian, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam mendukung pembangunan daerah.
"Keberadaan Command Center Kodim 1608/Bima diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kinerja, mempercepat koordinasi antar lembaga, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan bangsa, negara, dan daerah," ungkapnya.
Ia menilai perpaduan antara peresmian Uma Lengge sebagai simbol kearifan lokal dan Command Center sebagai representasi kemajuan teknologi menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan modernisasi dapat berjalan beriringan. Keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
"Uma Lengge mengajarkan kita tentang ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi, sementara Command Center menjadi instrumen untuk memperkuat tata kelola dan koordinasi pembangunan. Keduanya merupakan bagian penting dalam membangun daerah yang maju tanpa meninggalkan akar budaya," tegasnya.
Peresmian Uma Lengge dan Command Center Kodim 1608/Bima tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta sejumlah undangan lainnya. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara pelestarian nilai-nilai budaya lokal dengan pemanfaatan teknologi modern demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bima.
