Bima, NTB | bimakita.com – Proyek rehabilitasi Taman Kanak-Kanak (TK) Boro 2 di Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, kembali menjadi sorotan. Proyek senilai Rp196.800.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2025 itu diduga belum rampung meski masa pelaksanaan pekerjaan telah berakhir sejak Desember 2025.
Sorotan tersebut disampaikan Ketua BPD Desa Boro, M. Salahudin. Ia mendesak pihak Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Bima bersama pelaksana proyek untuk segera menuntaskan pekerjaan yang hingga kini disebut belum dilanjutkan.
Pihak Dikbudpora dan pelaksana harus bertanggung jawab dan tidak boleh lepas tangan seperti ini. Seharusnya pekerjaan itu sudah rampung Desember 2025. Ini kan sudah bulan Mei 2026,” ujar Salahudin (12/5), dilansir dari Tambora Info.
Menurutnya, kondisi proyek yang belum selesai menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama karena bangunan tersebut merupakan fasilitas pendidikan yang digunakan anak-anak.
Selain mendesak penyelesaian pekerjaan, Salahudin juga menyoroti mekanisme pengawasan proyek oleh dinas terkait. Ia mempertanyakan dugaan pencairan anggaran hingga 100 persen, sementara progres fisik proyek disebut baru mencapai sekitar 70 persen.
Progres fisik baru sekitar 70 persen tapi kenapa pencairan anggaran sudah dibayar semua dan sudah 100 persen, kenapa bisa?,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan penggunaan anggaran publik dan akuntabilitas pelaksanaan proyek pemerintah daerah.
Sebelumnya, proyek rehabilitasi TK Boro 2 juga disorot warga karena dinilai minim transparansi dan pengawasan. Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Pyan Putra dengan masa pelaksanaan selama 70 hari kalender.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima maupun pihak pelaksana proyek terkait dugaan keterlambatan pekerjaan dan mekanisme pencairan anggaran proyek tersebut. (Red)
