Pesta Pantai Sape-Lambu 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata Bahari, Budaya, dan Aksi Konservasi Lingkungan -->

Advertisement

Video Karaoke

Pesta Pantai Sape-Lambu 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata Bahari, Budaya, dan Aksi Konservasi Lingkungan

12 Mei 2026

Kabupaten Bima | bimakita.com - Pesta Pantai Sape-Lambu 2026 akan kembali digelar pada 30–31 Mei 2026 di Desa Wisata Bajopulo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Event yang diinisiasi oleh Lingkar Muda Konservasi ini menjadi ajang solidaritas lingkungan dan budaya yang melibatkan berbagai elemen pemuda peduli lingkungan, pelaku budaya, hingga masyarakat pesisir di wilayah Sape dan Lambu.



Kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan kedua yang digagas langsung oleh anak-anak muda Sape dan Lambu sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan bahari serta promosi wisata daerah kepada masyarakat luas.


Berbagai kegiatan menarik akan memeriahkan acara ini, di antaranya penanaman dan pengecekan terumbu karang, penanaman pohon kelapa di kawasan pesisir, atraksi dan parade budaya khas Sape-Lambu, diskusi lingkungan, konser musik, hingga pengenalan destinasi wisata unggulan yang ada di wilayah pesisir Bima Timur.

Ketua Pelaksana kegiatan, Eko Setiawan, mengatakan bahwa event ini lahir dari semangat anak muda pesisir untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi alam dan budaya daerahnya kepada dunia luar.

Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat di luar Bima bahkan luar NTB bahwa Sape dan Lambu adalah surganya ekosistem bahari. Kami memiliki keanekaragaman hayati laut yang lengkap, mulai dari berbagai jenis ikan karang hingga hewan laut multijenis lainnya. Kekayaan ini harus dijaga bersama,” ujar Eko Setiawan.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan pantai, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan gerakan sosial untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem bahari merupakan bagian dari andil kita bersama sebagai bagian dari rantai ekologis. Melalui event ini kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap laut dan lingkungan pesisir,” tambahnya.

Selain itu, panitia juga berharap agar pemerintah daerah hingga pemerintah pusat dapat membentuk satu bagan atau otoritas resmi pengelolaan wisata yang mampu menunjang seluruh kegiatan pariwisata dan lingkungan di NTB.

Dorongan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap visi “NTB Mendunia” melalui jalur wisata bertaraf internasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang kini diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025.

Panitia menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah dilakukan selama dua bulan penuh sejak pembentukan kepanitiaan pada 1 Mei 2026. Hingga saat ini progres menuju hari pelaksanaan telah mencapai sekitar 60 persen, termasuk persiapan kegiatan konservasi laut dan lingkungan.

Event ini terbuka untuk umum dan diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemuda, komunitas lingkungan, wisatawan, serta pemerintah dalam menjaga kelestarian alam dan budaya daerah.

Kami mengajak seluruh masyarakat Bima, NTB, dan teman-teman dari luar daerah untuk datang melihat langsung keindahan alam, budaya, dan semangat anak muda pesisir dalam menjaga laut serta masa depan wisata daerah. Mari bersama memperkenalkan tanah Sape dan Lambu kepada dunia,” tutup Eko Setiawan.

Masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai, budaya lokal, konser musik, sekaligus terlibat dalam aksi lingkungan, diundang untuk hadir dan meramaikan Pesta Pantai Sape-Lambu 2026 pada 30–31 Mei 2026 di Desa Bajopulo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.