Pemprov NTB Terbuka Terima Aspirasi, Wagub Umi Dinda Minta Mahasiswa Fokus pada Masalah Utama -->

Advertisement

Video Karaoke

Pemprov NTB Terbuka Terima Aspirasi, Wagub Umi Dinda Minta Mahasiswa Fokus pada Masalah Utama

30 Apr 2026

 


Mataram, NTB | bimakita.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, saat menerima perwakilan Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (29/4/2026). 


Dalam pertemuan tersebut, Pemprov NTB menekankan pentingnya aspirasi yang fokus dan terarah agar dapat ditindaklanjuti secara efektif, khususnya terkait persoalan infrastruktur jalan dan jaringan internet di wilayah Sumbawa, Bima, dan Dompu.


Wagub yang akrab disapa Umi Dinda itu menegaskan bahwa setiap aspirasi harus memiliki titik fokus yang jelas. Menurutnya, hal tersebut penting agar pemerintah dapat menyusun langkah konkret sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.


Setiap perjuangan harus fokus pada apa yang menjadi titik dari perjuangan itu sendiri,” ujar Indah Dhamayanti Putri.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan daerah dapat diselesaikan secara bertahap dan terukur, meskipun di tengah keterbatasan fiskal.


Di tengah keterbatasan anggaran, kita tetap melakukan upaya, seperti perbaikan jalan secara sporadis di titik-titik rawan,” tambahnya.


Infrastruktur Jalan dan Internet Jadi Sorotan


Dalam audiensi tersebut, mahasiswa IMBI menyoroti kondisi jalan rusak serta keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa, khususnya di Kabupaten Bima, Dompu, dan sekitarnya.


Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik, mengakui masih banyak wilayah blank spot di NTB. Beberapa kecamatan seperti Lambitu, Wera, Monta, Langgudu, Ambalawi, hingga Sape masih mengalami sinyal lemah, terutama di daerah perbukitan dan terpencil.


Kondisi geografis serta pertimbangan bisnis operator menjadi tantangan dalam pemerataan layanan internet,” jelasnya.

 


Sebagai langkah strategis, Pemprov NTB telah dua kali mengusulkan wilayah blank spot ke pemerintah pusat melalui program BAKTI Kominfo agar masuk dalam prioritas pembangunan BTS.


Kami terus koordinasi dengan pusat dan operator. Pemprov berperan dalam fasilitasi dan advokasi agar akses internet masyarakat terpenuhi,” tegas Ahsanul.


Selain itu, pihaknya juga melakukan pemetaan bersama pemerintah kabupaten untuk memastikan kesiapan lahan, perizinan, serta dukungan investasi operator telekomunikasi.


Perbaikan Jalan Mulai Mei 2026


Di sektor infrastruktur, Kepala Dinas PUPR NTB, Lalu Kusuma Wijaya, menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan di Bima dan sekitarnya telah masuk dalam rencana penanganan tahun 2026.


Beberapa ruas prioritas yang akan mulai dikerjakan pada Mei 2026 antara lain Karumbu–Sape dan Tawali–Sape, termasuk penanganan jalan dan jembatan yang rusak akibat longsor dan faktor usia.


Insya Allah bulan Mei ini kita mulai penanganan di beberapa ruas prioritas,” ujarnya.


Konteks Kebijakan: Prioritas dan Keterbatasan Anggaran


Kondisi ini tidak terlepas dari kebijakan pembangunan daerah yang mengedepankan skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran. Pemprov NTB dalam beberapa tahun terakhir memang memfokuskan belanja daerah pada sektor pelayanan dasar, termasuk infrastruktur dan penguatan ekosistem digital.


Akses internet dan jalan dinilai sebagai kebutuhan strategis karena berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, pendidikan, hingga layanan publik.


Suara Warga: Harap Pemerataan Nyata


Salah satu warga Kecamatan Wera, Bima, Rahmat (34), berharap agar perhatian pemerintah tidak hanya sebatas perencanaan.


Internet masih susah, jalan juga rusak. Kami harap ini benar-benar direalisasikan, bukan hanya wacana,” ujarnya.