Mataram, NTB | bimakita.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya membangun sektor kesehatan berbasis desa melalui program Desa Berdaya, seiring penyelenggaraan Semiloka Nasional ADINKES 2026 di Mataram, 28 April–1 Mei 2026.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyoroti tantangan utama pembangunan kesehatan daerah yang masih dihadapkan pada persoalan data yang belum terintegrasi. Menurutnya, kebijakan berbasis data (evidence-based policy) menjadi kunci dalam menghasilkan intervensi yang tepat sasaran.
Kami masih menghadapi persoalan data yang tersebar. Ke depan, integrasi data rumah sakit dan puskesmas menjadi prioritas agar kebijakan lebih akurat,” ujarnya saat membuka kegiatan yang digelar oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia tersebut.
![]() |
| Foto : Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, |
Desa Berdaya dan Basis Data Kesehatan
Sebagai solusi, Pemprov NTB mengembangkan program Desa Berdaya yang menempatkan desa sebagai pusat pembangunan kesehatan. Program ini mencakup penyusunan indeks kesehatan desa dan penguatan sistem pengumpulan data berbasis komunitas.
Sekitar 7.000 posyandu dengan dukungan ±40.000 kader dilibatkan sebagai ujung tombak dalam pengumpulan dan validasi data kesehatan masyarakat.
![]() |
| Foto : Suasana Semiloka Nasional ADINKES 2026 di Mataram, 28 April–1 Mei 2026. |
Iqbal menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada orkestrasi lintas sektor.
Kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bergerak bersama,” tegasnya.
Kesehatan Jadi Fondasi Pembangunan NTB
Gubernur juga memaparkan tiga fokus utama pembangunan NTB, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata kelas dunia. Meski tidak disebut sebagai prioritas eksplisit, sektor kesehatan disebut sebagai fondasi yang melekat pada seluruh agenda tersebut.
Tidak mungkin kita mencapai target pembangunan tanpa kesehatan yang baik,” katanya.
Selain itu, NTB juga tengah mendorong pengembangan sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Event) sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus ruang pertukaran pengetahuan.
ADINKES: Bangkit dari Desa
Ketua Umum ADINKES, Moh. Subuh, menilai forum ini sebagai momentum strategis memperkuat sinergi nasional dalam pembangunan kesehatan, khususnya melalui pendekatan berbasis desa.
Kita ingin bangkit dari desa. Dari sana upaya mewujudkan masyarakat sehat dimulai,” ujarnya.
![]() |
| Foto : Ketua Umum ADINKES, Moh. Subuh |
Ia juga menyoroti pentingnya pengendalian faktor risiko kesehatan, terutama kebiasaan merokok pada usia dini yang berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan seperti stunting dan tuberkulosis.
Pengendalian rokok pada remaja menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama,” tambahnya.
Semiloka Nasional ADINKES merupakan agenda tahunan yang mempertemukan kepala dinas kesehatan se-Indonesia, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pembangunan kesehatan nasional.
Dengan mengusung tema “Indonesia Sehat dari Desa”, forum ini menitikberatkan pada penguatan kapasitas daerah, integrasi data kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar daerah dalam mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, dimulai dari desa sebagai fondasi utama sistem kesehatan nasional. (Red)



