NTB Care, Kedekatan Kekuasaan, dan Pentingnya Audit Terbuka -->

Advertisement

Video Karaoke

NTB Care, Kedekatan Kekuasaan, dan Pentingnya Audit Terbuka

22 Apr 2026

Oleh: Lalu Wisnu Prapdipta

Ketua LIDI Foundation


Di tengah dinamika perubahan kepemimpinan di Nusa Tenggara Barat, satu nama kembali muncul ke permukaan: NTB Care. Bukan semata karena kerja-kerja sosialnya, tetapi karena pertanyaan yang mulai menguat di ruang publik,seberapa independen lembaga ini dari kekuasaan?


Pada masa kepemimpinan Zulkieflimansyah, NTB Care dikenal memiliki kedekatan yang cukup erat dengan pemerintah. Kedekatan itu, di satu sisi, mungkin mempercepat kerja-kerja kemanusiaan. Namun di sisi lain, menyisakan satu persoalan klasik: batas antara kolaborasi dan ketergantungan.


Masalahnya menjadi lebih menarik ketika hari ini, di bawah pemerintahan Iqbal, muncul kritik-kritik dari oknum pimpinan NTB Care terhadap pemerintah daerah. Kritik tentu sah dalam ruang demokrasi. Namun publik juga berhak bertanya:Apakah kritik ini murni suara independen, atau refleksi dari relasi yang mulai berubah?

Di titik inilah pentingnya kita berhenti sejenak dari perdebatan emosional dan kembali ke hal yang paling mendasar, transparansi.

Audit terhadap NTB Care bukanlah bentuk serangan. Justru sebaliknya, audit adalah cara paling sehat untuk menjawab keraguan. Jika selama ini tidak ada masalah, maka audit akan menjadi alat legitimasi yang kuat. Tapi jika ada hal yang perlu diperbaiki, maka inilah momentum yang tepat untuk membenahinya.

Yang perlu dipahami, persoalan ini bukan tentang satu lembaga semata. Ini tentang bagaimana kita membangun budaya organisasi sosial yang, Independen, Akuntabel dan Tidak bergantung pada kekuasaan siapa pun.

Karena ketika sebuah lembaga terlalu dekat dengan kekuasaan, risiko yang muncul bukan hanya soal persepsi publik. Tapi juga soal keberlanjutan. Ketika kekuasaan berubah, lembaga bisa kehilangan pijakan.

Dan mungkin di situlah letak persoalan yang sedang kita lihat hari ini.

Publik tidak sedang mencari siapa yang benar atau salah. Publik hanya ingin memastikan satu hal sederhana : Bahwa lembaga yang mengatasnamakan kemanusiaan benar-benar bekerja untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan tertentu.

Audit terbuka adalah jawaban paling elegan. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk memastikan bahwa kepercayaan publik tetap berdiri.

Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya nama lembaga,mTapi juga kepercayaan masyarakat itu sendiri.