Mahasiswa IMBI dan FPMR Gelar Aksi di Kantor Gubernur NTB, Sampaikan Lima Tuntutan -->

Advertisement

Video Karaoke

Mahasiswa IMBI dan FPMR Gelar Aksi di Kantor Gubernur NTB, Sampaikan Lima Tuntutan

20 Apr 2026

Mataram, NTB | bimakita.com – Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Mataram yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) dan Forum Perjuangan Mahasiswa dan Rakyat (FPMR) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (20/4/2026).


Ilustrasi AI

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu diwarnai dengan orasi secara bergantian dari para peserta. Setelah sekitar dua jam berorasi, massa aksi sempat memanas dengan melakukan blokade jalan serta membakar ban bekas. Aparat kepolisian yang berjaga kemudian melakukan pengalihan arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan.


Perwakilan pemerintah provinsi yang menemui massa, menyatakan kesediaan untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa. Pihak gubernur berjanji akan mengundang secara resmi perwakilan organisasi mahasiswa dan pihak terkait dalam pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pekan depan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan beberapa tumtutan utama. Pertama, pembangunan infrastruktur yang merata dan berpihak pada rakyat di seluruh NTB. Kedua, realisasi pendidikan dan layanan kesehatan gratis dari tingkat TK hingga perguruan tinggi tanpa syarat. Ketiga, penolakan terhadap kenaikan biaya transportasi.

Selain itu, massa juga menuntut jaminan kesejahteraan sosial serta perlindungan bagi petani sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Mereka juga menolak PHK massal dan menuntut aminan pekerjaan serta upah layak.

Koordinator lapangan (Korlap) Ade Yudiansyah dalam pernyataannya menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan salah satu bentuk kontrol masyarakat terhadap kebijakan publik pemerintah Provinsi NTB.

Kami hadir hari ini membawa suara rakyat. Tuntutan ini bukan sekadar aspirasi mahasiswa, tetapi jeritan masyarakat yang selama ini belum mendapatkan keadilan. Juga merupakan bemtuk kontrol kami terhadap pemerimtah daerah. Kami ingin pemerintah benar-benar hadir dan berpihak kepada rakyat kecil,” tegas Ade.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa akan terus mengawal janji pemerintah daerah hingga ada realisasi konkret.

Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” pungkasnya.