Dua Hari Buron, Pelaku Pembacokan di jalan Pisang Rabangodu Utara Kota Bima Ditangkap -->

Advertisement

Video Karaoke

Dua Hari Buron, Pelaku Pembacokan di jalan Pisang Rabangodu Utara Kota Bima Ditangkap

10 Apr 2026


Kota Bima, NTB | bimakita.com – Setelah sempat memicu keresahan publik karena pelaku bebas berkeliaran, kasus pembacokan brutal terhadap pegawai sekolah di Jalan Pisang, Kelurahan Rabangodu Utara, akhirnya memasuki babak baru. Terduga pelaku berinisial RS (21) kini telah berhasil diamankan aparat kepolisian.


Sebelumnya, peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (8/4/2026) sekitar pukul 19.45 WITA itu menyisakan tanda tanya besar. Korban, Didi Awaludin (44), pegawai SMAN 1 Kota Bima, diserang secara tiba-tiba oleh pria tak dikenal bersenjata parang saat melintas sepulang salat Isya. Serangan terjadi di ruang publik—tepat di depan kios—namun pelaku sempat melarikan diri tanpa hambatan. Situasi ini memunculkan kritik serius terhadap aspek keamanan di kawasan padat aktivitas warga tersebut.



Kini, dua hari pascakejadian, aparat dari Polsek Rasanae Timur Polres Bima Kota berhasil membekuk pelaku setelah melalui serangkaian penyelidikan intensif.


Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto melalui Kapolsek Rasanae Timur IPTU Kuntho T Prakoso menjelaskan, tim opsnal awalnya telah mengantongi identitas pelaku dan bergerak melakukan penangkapan pada Jumat dini hari (10/4/2026) sekitar pukul 00.45 WITA. Namun, upaya pertama tidak membuahkan hasil karena pelaku diduga telah mengetahui kedatangan petugas dan melarikan diri.



Dalam operasi tersebut, polisi justru mengamankan seorang perempuan berinisial SR (16), yang diketahui bersama pelaku saat kejadian. Dari tangan SR, turut diamankan barang bukti berupa sebilah parang—senjata yang digunakan dalam aksi pembacokan.


Baca juga : 


Perkembangan signifikan terjadi setelah interogasi terhadap SR. Polisi memperoleh informasi kunci mengenai lokasi persembunyian pelaku. Tim kemudian bergerak kembali dan sekitar pukul 09.00 WITA berhasil mengamankan RS di rumah kerabatnya di Lingkungan Dodu I.


Penangkapan ini sekaligus mengakhiri spekulasi publik yang sebelumnya mempertanyakan kinerja aparat dalam menangani kasus tersebut. Jika pada fase awal pelaku tampak leluasa kabur dari lokasi kejadian tanpa jejak, kini polisi menunjukkan progres konkret dengan mengamankan pelaku beserta barang bukti tambahan, termasuk pakaian yang digunakan saat beraksi.


Meski demikian, sejumlah pertanyaan krusial masih belum terjawab. Motif pembacokan yang dilakukan secara tiba-tiba terhadap korban yang tidak disebut memiliki konflik terbuka dengan pelaku, hingga kini masih dalam pendalaman. Fakta bahwa pelaku sempat melarikan diri setelah melakukan aksi kekerasan di ruang publik juga tetap menjadi catatan penting dalam evaluasi keamanan lingkungan.


Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polsek Rasanae Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi menyatakan masih terus mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian guna mengungkap apakah terdapat faktor lain di balik aksi kekerasan tersebut. (Red)