Kebakaran Hebat di Sumbawa Saat Dini Hari, 36 Rumah Terdampak—Satu Petugas Damkar Gugur Saat Bertugas -->

Advertisement

Video Karaoke

Kebakaran Hebat di Sumbawa Saat Dini Hari, 36 Rumah Terdampak—Satu Petugas Damkar Gugur Saat Bertugas

22 Mar 2026


Sumbawa, NTB | bimakita.com – Peristiwa kebakaran besar terjadi di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Minggu (22/3/2026) dini hari. Insiden yang terjadi di tengah suasana Lebaran ini menghanguskan puluhan rumah warga dan menelan korban jiwa dari unsur petugas pemadam kebakaran.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi BPBD Prov. NTB, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 00.15 WITA. Namun, peristiwa ini baru diketahui warga secara luas sekitar pukul 01.20 WITA, saat api sudah membesar dan sulit dikendalikan.


Dugaan sementara, sumber api berasal dari puntung rokok atau obat nyamuk bakar yang belum sepenuhnya padam. Kondisi bangunan rumah yang mayoritas berbahan mudah terbakar serta jarak antar rumah yang berdekatan mempercepat penyebaran api ke permukiman di RT 001 dan RT 002 RW 002 Karang Sawo.


Dalam waktu singkat, kobaran api meluas dan melahap satu per satu rumah warga. Minimnya deteksi dini dan cepatnya rambatan api membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak harta benda.



Data sementara mencatat sebanyak 36 unit rumah terdampak, dengan rincian sekitar 31 unit mengalami kerusakan berat dan 5 unit rusak sebagian. Total warga terdampak mencapai 129 jiwa.


Tragedi ini juga merenggut satu korban jiwa dari kalangan petugas. Seorang anggota pemadam kebakaran Kecamatan Alas, M. Solikin, yang menjabat sebagai Danru PMK Zona Zebra Alas, dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas.


Korban diduga tersengat aliran listrik saat berupaya memadamkan api di tengah situasi yang penuh risiko. Insiden ini menambah daftar panjang bahaya yang dihadapi petugas di lapangan, terutama dalam kondisi infrastruktur listrik yang tidak sepenuhnya aman saat kebakaran.


Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Sumbawa berkoordinasi dengan Provinsi NTB serta instansi terkait. Tim gabungan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan asesmen kerusakan.


Upaya penanganan melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI/Polri, Damkar, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, aparat desa dan kecamatan, relawan, serta masyarakat setempat.


Sejumlah kebutuhan mendesak mulai diidentifikasi, antara lain:

  • Dapur umum
  • Logistik pangan
  • Terpal dan tenda darurat
  • Pakaian layak pakai
  • Tempat tidur lipat dan matras
  • Air bersih


Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan sudah berangsur kondusif, meski warga masih menghadapi dampak kehilangan tempat tinggal dan kebutuhan dasar.


Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya mitigasi kebakaran di kawasan permukiman padat. Dugaan penyebab dari sumber api sederhana seperti puntung rokok atau obat nyamuk bakar menunjukkan masih rendahnya kesadaran terhadap risiko kebakaran rumah tangga.


Selain itu, potensi bahaya dari instalasi listrik saat kebakaran juga menjadi perhatian serius, terutama setelah adanya korban dari petugas yang diduga tersengat arus listrik aktif.


Ketiadaan sistem peringatan dini, akses air yang terbatas, serta pola permukiman padat menjadi kombinasi faktor yang memperparah dampak kebakaran.