Hujan Deras di Hari Raya, Banjir Rendam Bima Saat Idul Fitri 1447 H: Rumah Rusak dan Akses Lumpuh -->

Advertisement

Video Karaoke

Hujan Deras di Hari Raya, Banjir Rendam Bima Saat Idul Fitri 1447 H: Rumah Rusak dan Akses Lumpuh

22 Mar 2026


Bima, NTB | bimakita.com – Suasana kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah banjir melanda sejumlah wilayah pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.


Banjir terjadi di tiga desa, yakni Desa Sai (Kecamatan Soromandi), Desa Bala (Kecamatan Wera), dan Desa Talabiu (Kecamatan Woha), saat sebagian warga tengah merayakan hari kemenangan bersama keluarga.


Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir serta angin kencang sejak pukul 13.50 WITA hingga 16.00 WITA. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air meningkat drastis hingga meluap ke permukiman dan infrastruktur warga.


Di Desa Sai, banjir mengakibatkan kerusakan bronjong penahan sungai pada jembatan limpas. Genangan air juga sempat menutup akses jalan lintas Sai–Sampungu, mengganggu aktivitas masyarakat di tengah momen Lebaran.



Sementara di Desa Bala, dampak banjir cukup serius. Sebanyak 3 unit rumah warga terendam, dengan total 3 kepala keluarga atau 11 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 1 kepala keluarga dengan 4 jiwa terpaksa mengungsi. Selain itu, satu unit rumah mengalami kerusakan sedang, termasuk peralatan perbengkelan milik warga. Akses jalan di wilayah tersebut juga sempat tergenang air.


Di Desa Talabiu, banjir menyebabkan kerusakan pada sayap bendungan La Nonu. Hingga kini, dampak terhadap lahan pertanian dan infrastruktur lainnya masih dalam proses pendataan oleh petugas.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB bersama BPBD Kabupaten Bima, TNI/Polri, dan aparat desa langsung bergerak melakukan penanganan cepat di lokasi terdampak.


Perwakilan BPBD Provinsi NTB menyatakan bahwa tim gabungan telah diterjunkan untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat.


Tim gabungan telah turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Saat ini fokus kami adalah memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan dampak banjir,” ujar sumber dari BPBD Provinsi NTB.


BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, di antaranya bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan, serta alat berat berupa excavator untuk pembersihan sedimen, khususnya di Desa Sai.


Meski banjir telah berangsur surut, warga bersama aparat setempat masih melakukan pembersihan material lumpur dan sisa puing. Suasana Lebaran di sejumlah wilayah terdampak pun terasa berbeda, dengan warga lebih fokus pada pemulihan kondisi pascabencana.


BPBD Provinsi NTB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, wilayah NTB masih berada dalam musim hujan, dengan potensi curah hujan sedang hingga tinggi pada dasarian III Maret 2026.


Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai dan wilayah lereng. Potensi banjir, angin kencang, dan tanah longsor masih bisa terjadi sewaktu-waktu,” tambahnya.

 

Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun kerugian material masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang. (Red)


Sumber : FB. BPBD Prov. NTB