Akses Lumpuh! Jalan Waworada Diblokir, Pengguna Jalan Terganggu, Jembatan Rusak Tak Diperbaiki -->

Advertisement

Video Karaoke

Akses Lumpuh! Jalan Waworada Diblokir, Pengguna Jalan Terganggu, Jembatan Rusak Tak Diperbaiki

24 Mar 2026



Bima, NTB | bimakita.com – Aksi pemblokiran jalan terjadi di wilayah Waworada, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, pada Selasa (24/3/2026), yang mengakibatkan akses transportasi warga lumpuh total.


Sejumlah pemuda dan warga terlihat memadati badan jalan serta melakukan pembakaran material di tengah ruas jalan. Akibatnya, arus lalu lintas dari dan menuju wilayah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.


Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan mengular di kedua sisi jalan. Sejumlah pengendara terpaksa memutar arah dan mencari jalur alternatif yang lebih jauh.


Aksi pemblokiran ini diketahui sebagai bentuk protes warga terhadap kondisi jembatan yang rusak parah dan terputus sejak gempa bumi sekitar empat tahun lalu. Hingga kini, jembatan tersebut belum juga diperbaiki secara permanen, sehingga menghambat mobilitas masyarakat.


Salah seorang pengguna jalan, Ardi (34), mengaku sangat terdampak dengan kondisi tersebut dan berharap akses jalan segera dibuka.


Kami ini hanya mau lewat untuk bekerja dan urusan keluarga. Kalau begini terus, aktivitas kami terganggu. Kami harap jalan ini segera dibuka,” keluhnya.


Keluhan serupa disampaikan Siti (29), seorang pedagang, yang mengaku kesulitan membawa barang dagangannya akibat jalan diblokir.


Saya bawa barang jualan, tapi tidak bisa lewat. Kalau harus mutar jauh, ongkosnya bertambah. Kami minta ada solusi cepat dari pemerintah,” ujarnya.


Sementara itu, beberapa warga yang ikut dalam aksi menyebut bahwa pemblokiran dilakukan sebagai bentuk desakan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata.


Sudah empat tahun sejak gempa, tapi jembatan ini belum juga diperbaiki. Kami terpaksa blokir jalan supaya pemerintah serius melihat kondisi kami,” ungkap salah satu warga di lokasi.


Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bima bersama instansi terkait segera turun tangan, tidak hanya untuk membuka blokade jalan, tetapi juga memastikan perbaikan jembatan yang menjadi akses vital masyarakat.


Selain itu, masyarakat meminta adanya kepastian dan transparansi dari pemerintah terkait rencana pembangunan infrastruktur tersebut, agar persoalan yang berlarut-larut ini tidak kembali memicu aksi serupa di kemudian hari. 


Aksi berakhir damai dan blokir jalan dibuka setelah pihak aparat melakukan pendekatan persuasif dan lalu lintas kembali berjalan dan lancar. (Red)