Dompu, NTB | bimakita.com – Situasi mencekam terjadi di lingkungan SDN 15 Woja, Dusun Riwo, Desa Riwo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Selasa (3/11/2026). Seorang guru berinisial M (44) diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pria berinisial MAJ (29).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian belakang kepala hingga harus dilarikan ke RSUD Dompu untuk mendapatkan perawatan medis.
Tak hanya itu, insiden tersebut juga sempat memicu ketegangan di lingkungan sekolah. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu berdatangan dan berupaya menghakimi terduga pelaku.
Berawal dari Persoalan di Ruang Guru
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, peristiwa bermula ketika MAJ mendatangi SDN 15 Woja dengan maksud menemui kepala sekolah.
Namun, karena kepala sekolah tidak berada di tempat, MAJ diarahkan untuk menunggu di ruang guru.
Di ruangan tersebut, terjadi komunikasi antara MAJ dengan korban M. Dalam komunikasi itu, terduga pelaku diduga tersinggung hingga terpancing emosi dan melakukan penganiayaan terhadap korban.
Seorang guru yang berada di lokasi sempat berupaya melerai kejadian tersebut. Namun, informasi penganiayaan dengan cepat menyebar dan mengundang kedatangan warga.
Situasi semakin memanas ketika sebagian warga berupaya melakukan aksi main hakim sendiri terhadap MAJ.
Polisi Turun Tangan, Massa Sempat Memanas
Mendapat laporan kejadian tersebut, Kapolsek Woja IPTU Rachmat Ratri Anggoro langsung mengerahkan personel piket bersama Bhabinkamtibmas Desa Riwo untuk mengamankan situasi.
Petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif dan negosiasi dengan warga agar tidak melakukan tindakan anarkis.
Namun, jumlah massa yang terus bertambah membuat personel di lokasi meminta bantuan tambahan kepada Polres Dompu.
Atas arahan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, personel gabungan Polres Dompu akhirnya diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 12.45 Wita.
Proses evakuasi dipimpin Kasubbagbinops Bag Ops IPTU Rahmadun Siswanto bersama Kasubbagdalops IPTU Kurniawan dan KBO Sat Samapta IPDA Syamsurizal, didampingi Kapolsek Woja.
Ketegangan sempat kembali terjadi ketika sebagian warga berusaha mendekati dan menghakimi terduga pelaku.
Beruntung, aparat berhasil mengendalikan situasi. MAJ akhirnya berhasil dievakuasi dari lingkungan sekolah dan dibawa ke Mapolres Dompu.
Terduga Pelaku Diamankan, Polisi Dalami Motif
Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Fitrawan Dwi Ramadhani mengatakan, MAJ telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penyidik kini tengah mengumpulkan keterangan saksi, mendalami kronologi kejadian, serta menelusuri motif di balik dugaan penganiayaan tersebut.
Polisi juga akan mendalami alat bukti dan hasil pemeriksaan medis korban guna memperjelas konstruksi perkara.
Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Dompu melalui Kasi Humas IPTU I Nyoman Suardika mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Menurutnya, setiap orang tetap memiliki hak mendapatkan perlindungan hukum, termasuk mereka yang diduga terlibat tindak pidana.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar SDN 15 Woja dan wilayah Desa Riwo dilaporkan telah kembali aman dan kondusif.
Polisi masih mendalami perkara tersebut untuk memastikan motif dan pertanggungjawaban hukum terduga pelaku.
BIMAKITA | Dari Daerah untuk Dunia.


