
Ketua FN Pordasi Pacu Kabupaten Dompu Dediansyah, SH., memberikan sambutan saat pelantikan dan pengukuhan pengurus FN Pordasi Pacu Kota/Kabupaten se-NTB di Mataram.
MATARAM||bimakita.com — Ketua Federasi Nasional (FN) Pordasi Pacu Kabupaten Dompu, Dediansyah, S.H., menegaskan target meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Pernyataan tersebut disampaikan Dediansyah saat diwawancarai di sela-sela acara pelantikan dan pengukuhan pengurus FN Pordasi Pacu kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat (NTB), di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Mataram.
Dediansyah mengatakan, target emas PON 2028 bukan sekadar ambisi, melainkan bentuk komitmen Pordasi Dompu untuk meningkatkan prestasi olahraga berkuda sekaligus mengangkat potensi kuda pacu lokal ke tingkat nasional.
“Target kita jelas, emas PON 2028. Ini bukan hanya target pengurus, tetapi menjadi semangat bersama untuk membawa nama Dompu dan Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional,” ujar Dediansyah.
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Pordasi Dompu akan mulai melakukan sejumlah persiapan teknis. Salah satunya dengan melakukan pengukuran arena yang akan digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan pacuan kuda di Dompu.
“Bulan depan kami di Dompu akan mulai melakukan pengukuran untuk event pacuan. Ini bagian dari persiapan kita untuk membangun sistem pembinaan dan event yang lebih terarah,” katanya.
Menurut Dediansyah, penyelenggaraan event pacuan secara rutin sangat penting untuk mengukur kemampuan kuda dan joki. Event tersebut juga dapat menjadi bagian dari proses seleksi dan pembinaan atlet menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Ia menegaskan, Dompu memiliki potensi besar untuk menjadi ikon pengembangan kuda pacu di NTB. Tradisi pacuan kuda yang telah mengakar di tengah masyarakat merupakan modal sosial yang harus dikelola secara serius dan profesional.
“Dompu harus menjadi ikon pengembangan kuda pacu di NTB. Kita memiliki potensi, baik dari sisi kuda, joki, maupun tradisi masyarakat. Tinggal bagaimana kita kembangkan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dediansyah juga menekankan bahwa pengembangan olahraga kuda pacu tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab satu kabupaten. Karena itu, Dedyansyah mendorong terbangunnya solidaritas dan kolaborasi antarkabupaten/kota se-NTB.
Menurutnya, setiap daerah di NTB memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat olahraga berkuda di tingkat provinsi.
“Saya mendorong solidaritas antarkabupaten dan kota se-NTB. Jangan kita melihat ini sebagai persaingan daerah semata, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun olahraga kuda pacu NTB agar semakin kuat dan mampu berprestasi di tingkat nasional,” katanya.
Ia berharap pengurus Pordasi di seluruh kabupaten/kota dapat saling mendukung, bertukar pengalaman, serta memperbanyak penyelenggaraan event dan pembinaan terhadap atlet, joki, maupun kuda pacu.
Dengan kolaborasi tersebut, Dediansyah optimistis NTB mampu melahirkan kuda dan joki berkualitas yang dapat bersaing dalam berbagai kejuaraan nasional, termasuk PON 2028.
“Kalau kita bersatu, saya yakin NTB punya kekuatan besar. Dompu siap mengambil bagian dan menjadi salah satu motor pengembangan kuda pacu di NTB,” pungkasnya.