Dae Yandi Nyalakan Asa Baseball dan Softball NTB -->

Advertisement

Video Karaoke

Dae Yandi Nyalakan Asa Baseball dan Softball NTB

31 Agu 2026

MATARAM||bimakita.com — Harapan baru baseball dan softball Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menyala. Setelah sekitar 12 tahun berada dalam kevakuman, Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) NTB kini mulai menata kembali langkahnya di bawah kepemimpinan Muhamad Putra Ferryandi atau Dae Yandi.


Muhammad Putera Ferryando

Dae Yandi dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Perbasasi NTB masa bakti 2026–2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) I Perbasasi NTB pada 26 Agustus 2026.


Empat hari kemudian, Minggu (30/8), kepengurusan baru resmi dikukuhkan dan dilantik di Ballroom Hotel Lombok Plaza, Mataram. Momentum tersebut menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas organisasi sekaligus babak baru pembinaan baseball dan softball di NTB.


Bagi Dae Yandi, kebangkitan Perbasasi bukan sekadar menghidupkan kembali struktur organisasi yang lama vakum. 


Lebih jauh, ia ingin membangun ekosistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet-atlet baru dan membawa NTB menjadi daerah yang diperhitungkan dalam peta baseball dan softball nasional.


“Softball dan baseball telah benar-benar hadir pertama dan siap bertumbuh di bumi NTB,” ujar Dae Yandi.


Pernyataan tersebut menjadi gambaran semangat yang ingin dibawa kepengurusan baru. Setelah bertahun-tahun kehilangan momentum, Perbasasi NTB kini ingin kembali hadir di tengah masyarakat, sekolah, klub dan komunitas olahraga.


Membangun dari Generasi Muda


Dae Yandi menyadari bahwa prestasi tidak bisa dibangun secara instan. Karena itu, pembinaan atlet menjadi salah satu prioritas utama kepengurusan periode 2026–2030.


Pembinaan akan diarahkan sejak usia dini, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga kalangan pemuda.


Sekolah dipandang sebagai salah satu pintu utama untuk menemukan talenta-talenta potensial. Dari lingkungan pendidikan, anak-anak diperkenalkan dengan baseball dan softball, kemudian diarahkan untuk mendapatkan latihan serta pembinaan secara berkelanjutan.


Dengan pola tersebut, Perbasasi NTB berharap dapat membangun regenerasi atlet secara lebih sistematis.


Tidak hanya mencari pemain ketika menghadapi kejuaraan, tetapi menyiapkan atlet sejak jauh hari.


“Visi kami tegas, menjadikan NTB sebagai provinsi yang diperhitungkan dalam peta softball dan baseball,” tegas Dae Yandi.


Untuk merealisasikan visi tersebut, Perbasasi NTB juga akan membangun sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi NTB.


Dukungan pemerintah dinilai penting untuk memperluas pembinaan, menyediakan fasilitas, serta membuka lebih banyak ruang kompetisi bagi atlet.


Menjemput Panggung PON 2028


Kebangkitan Perbasasi NTB berlangsung pada momentum penting. NTB akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kondisi tersebut memberikan peluang sekaligus tantangan bagi kepengurusan baru.


Sebagai tuan rumah, NTB tidak cukup hanya sukses menyelenggarakan pertandingan. Daerah juga dituntut memiliki atlet yang mampu bersaing dan mengukir prestasi.


Ketua Umum PB Perbasasi Andika Manoarfa menyebut terdapat tiga nomor yang akan dipertandingkan dan pihaknya mendorong efisiensi terhadap dua nomor, salah satunya baseball5.


“NTB adalah tuan rumah PON 2028. Ada tiga nomor yang dipertandingkan dan tahun ini kita akan mengefisiensikan dua nomor, di antaranya baseball five,” jelas Andika.


Bagi Perbasasi NTB, target tersebut menjadi pemicu untuk bergerak lebih cepat.


Waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk melakukan pemetaan atlet, memperkuat klub, meningkatkan kualitas pelatih, memperbanyak kompetisi dan menyiapkan perangkat pertandingan.


Asa yang Kembali Tumbuh


Ketua Umum PB Perbasasi Andika Manoarfa mengakui bahwa baseball dan softball bukan olahraga baru bagi masyarakat NTB. Kedua cabang olahraga tersebut pernah berkembang dan dimainkan masyarakat, namun belum mampu berjalan secara profesional dan berkelanjutan.


“NTB dulu sekali banyak yang bermain softball dan baseball, tapi belum sampai profesional,” ungkap Andika.


Kini, kehadiran kepengurusan baru di bawah Dae Yandi diharapkan menjadi momentum untuk mengubah keadaan tersebut.


Bahkan, PB Perbasasi mendorong agar softball semakin dekat dengan dunia pendidikan.


“Kita coba dorong softball masuk kurikulum, contohnya ada di Jepang,” lanjut Andika.


Gagasan itu sejalan dengan rencana Dae Yandi yang menempatkan sekolah sebagai salah satu basis utama pembinaan.


Jika langkah tersebut berjalan, maka regenerasi atlet tidak lagi bergantung pada munculnya talenta secara kebetulan. Potensi atlet dapat dipetakan sejak dini dan dibina secara berjenjang.


Dukungan untuk Kebangkitan


Dukungan terhadap kepengurusan baru juga datang dari Pemerintah Provinsi NTB.


Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa baseball dan softball tidak boleh tertinggal dari daerah lain.


Umi Dinda, sapaan akrabnya, meyakini semangat dan koordinasi yang baik dapat menjadi modal untuk menghadapi berbagai tantangan dalam membangun olahraga.


“Dengan adanya semangat, kita yakin semua itu akan terlewati dengan baik. Saya yakin Dae Yandi ini dengan pengurus yang ada dapat berkoordinasi dengan baik,” ungkapnya.


Dukungan dari pemerintah kabupaten/kota juga diharapkan semakin memperkuat langkah Perbasasi NTB.


Kini, setelah 12 tahun vakum, baseball dan softball NTB memiliki kesempatan untuk memulai kembali perjalanan.


Di tangan Dae Yandi, harapan itu  dinyalakan kembali

Bukan sekadar untuk menghidupkan organisasi, tetapi untuk membangun generasi, menciptakan kompetisi dan melahirkan prestasi. Dari sekolah, klub dan lapangan latihan, harapan baru itu mulai dibangun.


Dan dari harapan tersebut, Perbasasi NTB menatap satu tujuan besar: membawa baseball dan softball NTB kembali diperhitungkan di tingkat nasional dan tampil dengan prestasi di PON 2028.