Mataram||bimakita.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim 79 personel Tim Tanggap Darurat, puluhan ton bantuan pangan, obat-obatan, perlengkapan kesehatan, serta armada dan peralatan penanganan bencana untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
![]() |
| Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Puteri melepas Tim Tanggap Darurat ke NTT. |
Tim kemanusiaan tersebut dilepas dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Jalan Dr. Soedjono Lingkar Selatan, Kota Mataram, Minggu (16/8/2026) sore. Pelepasan dilakukan sebagai bagian dari respons cepat Pemprov NTB terhadap bencana gempa yang melanda NTT.
Berdasarkan laporan kegiatan BPBD NTB, pengiriman tim bertujuan membantu penanganan darurat di lokasi bencana, mulai dari pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga pendistribusian logistik dan peralatan medis kepada masyarakat terdampak.
79 Personel Gabungan Diterjunkan
Sebanyak 79 personel dari sejumlah perangkat daerah dan instansi diterjunkan dalam misi kemanusiaan tersebut.
Personel terdiri atas 43 orang dari Dinas Kesehatan NTB, 13 personel RS Universitas Mataram, sembilan personel BPBD NTB, dua personel PUPRPKP, empat personel Pemerintah Kota Mataram, serta delapan personel Dinas Sosial.
Selain sumber daya manusia, Pemprov NTB juga mengerahkan 22 unit kendaraan dan peralatan pendukung, antara lain dua mobil rescue, satu mobil Navara, tiga mobil Hiace, tiga ambulans, satu unit dapur umum, delapan truk, satu ekskavator, dan tiga mobil Innova.
NTB Kirim 34 Ton Beras
Bantuan pangan menjadi salah satu komponen terbesar yang diberangkatkan ke NTT. Sedikitnya 34 ton beras dikumpulkan dari sejumlah pihak.
Rinciannya, sebanyak 21 ton berasal dari Cadangan Beras Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan, tiga ton dari Bulog, serta 10 ton dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). AMNT juga memberikan bantuan sebanyak 1.000 lembar selimut.
Selain beras, PT Narmada Awet Muda menyumbangkan 1.000 dus air mineral gelas. Sementara BPBD NTB menyalurkan antara lain 125 paket sembako APBN, 100 lembar tikar berlogo BNPB, 175 dus air mineral, 32 dus mi instan, 32 paket pangan, serta terpal.
Obat-obatan hingga Perlengkapan Ibu dan Bayi
Bantuan yang diberangkatkan juga mencakup kebutuhan medis dan kelompok rentan.
Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyiapkan antara lain 37 Emergency Kit Type A, 20 paket kebutuhan ibu hamil, 16 PUS Kit, 20 paket bayi baru lahir, 16 paket ibu bersalin, 110 Personal Hygiene Kit, dan 23 Family Kit.
Selain itu, disiapkan dua tenda pelayanan kesehatan, dua tenda posko, 10 veltbed serta meja dan kursi lipat.
PMI Provinsi NTB turut memberikan masing-masing 75 boks hygiene kit, 75 terpal, 75 matras, dan 75 selimut.
Poltekkes Kemenkes Mataram menyumbangkan kebutuhan bayi dan perempuan berupa 80 bag popok bayi, 40 paket pembalut, pakaian dalam, biskuit serta mi instan.
Dinsos P3A bersama RS Universitas Mataram juga mengirim makanan, pembalut, terpal, tenda Merah Putih berukuran 4x10 meter, serta paket obat dan kesehatan yang terdiri atas 41 item medis.
Bank Mandiri Salurkan Bantuan Rp100 Juta
Dukungan juga datang dari sektor perbankan. Bank Mandiri menyalurkan bantuan dengan nilai total Rp100 juta.
Bantuan tersebut antara lain berupa 60 dus susu UHT, 20 dus pampers bayi, 200 dus mi instan, 100 dus minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 100 dus air mineral, 20 unit tenda, serta masing-masing 200 lembar atau buah selimut, tikar, dan matras.
Gubernur NTB Lepas Tim Tanggap Darurat
Pelepasan Tim Tanggap Darurat Bencana Gempa NTT dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD hingga lembaga kemanusiaan.
Di antara unsur yang tercatat hadir adalah Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/Wira Bhakti, Danlanud ZAM, Danlanal Mataram serta Sekretaris Daerah Provinsi NTB.
Dalam agenda tersebut, Gubernur NTB memberikan arahan sekaligus melepas keberangkatan Tim Tanggap Darurat Bencana Gempa NTT.
BPBD NTB menyatakan koordinasi lintas instansi memungkinkan bantuan berupa pangan, kebutuhan medis, shelter, dan peralatan darurat terkumpul serta diberangkatkan sesuai target.
Tim yang diterjunkan diharapkan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan posko bencana setempat agar bantuan dapat disalurkan secara efektif dan tepat sasaran kepada masyarakat terdampak.
