Kabupaten Bima||bimakita.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri membuka Pasar Murah Serentak di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Jumat (21/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus menekan gejolak harga di tengah masyarakat.
Pasar murah tersebut digelar serentak di 10 kabupaten/kota di NTB dengan melibatkan sejumlah lembaga dan badan usaha, di antaranya Perum Bulog, Pertamina, dan Bank Indonesia.
Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan kebutuhan pokok tersedia di pelosok desa dan masyarakat mendapatkannya dengan harga yang terjangkau,” kata Indah.
Menurut pemerintah provinsi, pasar murah menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan pangan tetap tersedia, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Asisten III Setda NTB serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, dan Kepala Dinas Pertanian NTB.
Pertamina Tambah Pasokan LPG
Selain pasar murah, masyarakat Desa Tambe juga mendapatkan sosialisasi mengenai ketersediaan LPG serta program konversi penggunaan LPG tabung hijau ke Bright Gas.
Pertamina memastikan pasokan LPG ditambah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar lokasi kegiatan.
Indah mengatakan, pelaksanaan pasar murah merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan BUMN dalam menjaga daya beli serta akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Pemprov NTB, lanjut dia, akan mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk melanjutkan kegiatan serupa hingga tingkat kecamatan dan desa.
Wagub Tampung Aspirasi Warga
Kunjungan ke Desa Tambe juga dimanfaatkan Indah untuk berdialog langsung dengan masyarakat dan kepala dusun.
Sejumlah aspirasi disampaikan warga, mulai dari kebutuhan fasilitas sosial, sarana kegiatan masyarakat, perbaikan infrastruktur lingkungan hingga dukungan terhadap aktivitas olahraga di tingkat desa.
Dalam dialog tersebut, salah seorang ketua RT menyampaikan kebutuhan kursi untuk menunjang kegiatan kemasyarakatan. Aspirasi itu direspons Wakil Gubernur dengan memberikan dukungan sebanyak 50 kursi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan program Desa Berdaya yang dijalankan Pemerintah Provinsi NTB. Desa Tambe diarahkan menjadi salah satu desa yang mendapat intervensi program berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Kebudayaan Jadi Modal Pemberdayaan Desa
Kepala Dinas Kebudayaan NTB yang turut hadir menilai program Desa Berdaya tidak hanya perlu berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat, tetapi juga memberi ruang bagi pengembangan potensi kebudayaan lokal.
Tradisi, seni, bahasa, kuliner, kerajinan, sejarah lokal, pengetahuan tradisional hingga komunitas budaya dinilai dapat menjadi modal sosial dalam membangun kemandirian desa.
“Desa tidak hanya perlu diberdayakan secara ekonomi, tetapi juga diperkuat identitas, pengetahuan, tradisi dan kreativitas masyarakatnya. Kebudayaan harus hadir di tengah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Pasar Murah Serentak di Desa Tambe ditutup dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis dan doa bersama.
Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak hingga tingkat desa.

