Bima, NTB | bimakita.com - Fasilitas telekomunikasi Tower Base Transceiver Station (BTS) yang berada di RT 10, Dusun Tampuro, Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, diduga menjadi sasaran pencurian.
Sejumlah perangkat penting pada fasilitas BTS tersebut dilaporkan hilang setelah tower yang berada di kawasan Doro Melo itu diduga dibobol oleh orang tidak dikenal.
Dugaan pencurian itu terungkap setelah Pemerintah Desa Piong melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Pejabat Kepala Desa (Kades) Piong, Daturahman, SE, membenarkan adanya kehilangan sejumlah perangkat tower, Senin (10/8/2026).
Tower Bakti Aksi yang di Doro Melo, yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Piong, telah dibobol,” ujar Daturahman.
Dari hasil pemeriksaan sementara di lokasi, sejumlah perangkat utama BTS diketahui sudah tidak berada di tempat.
Tidak hanya mesin atau perangkat utama pendukung operasional tower, sumber energi berupa panel surya juga diduga menjadi sasaran pencurian.
Daturahman menyebut, dari total 18 lembar panel surya yang sebelumnya terpasang, kini hanya tersisa tiga lembar.
Berdasarkan cek lokasi sementara, mesin sudah habis dibawa. Panel surya dari 18 lembar hanya tersisa tiga lembar,” ungkapnya.
Jika jumlah tersebut sesuai dengan kondisi awal pemasangan, maka sedikitnya 15 panel surya diduga telah raib dari fasilitas BTS tersebut.
Hilangnya perangkat dalam jumlah cukup banyak itu menimbulkan dugaan bahwa aksi pencurian dilakukan dengan membawa sejumlah peralatan secara sekaligus. Namun, mengenai bagaimana pelaku masuk ke lokasi, waktu kejadian, serta siapa yang bertanggung jawab, masih menjadi bagian dari penyelidikan aparat penegak hukum.
Tower BTS di kawasan Doro Melo memiliki posisi strategis bagi masyarakat Desa Piong. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu penopang akses komunikasi dan jaringan telekomunikasi masyarakat setempat.
Karena itu, pencurian perangkat BTS bukan sekadar persoalan kehilangan aset. Jika perangkat yang dicuri merupakan bagian vital dari sistem kelistrikan dan operasional tower, kondisi tersebut berpotensi mengganggu bahkan menghentikan layanan komunikasi di wilayah tersebut.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan akses jaringan terbatas, keberadaan BTS juga memiliki fungsi penting dalam komunikasi sehari-hari maupun kondisi darurat.
Pemerintah Desa Piong menyayangkan kejadian tersebut dan berharap kasus itu segera diungkap.
Pasca mengetahui adanya kehilangan, Pemerintah Desa Piong mengambil langkah dengan melaporkan dugaan pencurian tersebut kepada aparat penegak hukum di Kecamatan Sanggar.
Laporan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap rangkaian kejadian, mulai dari kapan pencurian terjadi, bagaimana pelaku mengakses lokasi tower, perangkat apa saja yang dibawa, hingga kemungkinan adanya pihak yang mengetahui kondisi dan keberadaan fasilitas tersebut.
Pemeriksaan di lokasi juga diharapkan dapat mengungkap apakah terdapat kerusakan pada pagar, pintu pengamanan, dudukan panel, maupun bagian lain dari fasilitas BTS yang dapat menjadi petunjuk bagi penyidik.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti identitas pelaku maupun jumlah kerugian akibat hilangnya perangkat tersebut.
Pemerintah Desa Piong berharap aparat segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh sehingga pelaku dapat diidentifikasi dan diproses sesuai hukum.
Di sisi lain, penanganan terhadap perangkat yang hilang juga dinilai mendesak agar layanan telekomunikasi bagi masyarakat Piong tidak terganggu dalam waktu yang berkepanjangan.
Kasus dugaan pencurian BTS di Doro Melo kini menjadi perhatian karena menyasar fasilitas telekomunikasi yang digunakan masyarakat. Selain mengungkap pelaku, publik tentu menunggu kejelasan mengenai bagaimana sistem pengamanan fasilitas tersebut hingga sejumlah perangkat penting, termasuk sedikitnya 15 panel surya, dapat hilang dari lokasi. (Red)

