Rehab TK Boro 2 Sanggar Bernilai Rp196 Juta Tuai Kecurigaan Warga, Pengawasan dan Keterbukaan Dipertanyakan -->

Advertisement

Video Karaoke

Rehab TK Boro 2 Sanggar Bernilai Rp196 Juta Tuai Kecurigaan Warga, Pengawasan dan Keterbukaan Dipertanyakan

12 Mei 2026


Bima, NTB | bimakita.com – Proyek rehabilitasi Taman Kanak-Kanak (TK) Boro 2 di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp196,8 juta, mulai mendapat sorotan dari masyarakat. Warga mempertanyakan keterbukaan informasi dan mekanisme pengawasan proyek yang dikerjakan CV. Pyan Putra tersebut karena dinilai minim sosialisasi kepada masyarakat sekitar.


Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan pekerjaan rehabilitasi TK Boro 2 Kecamatan Sanggar. Proyek itu memiliki nilai kontrak Rp196.800.000 dengan nomor kontrak 01.1/SPMK.1.13.PAUD/PPK-2/X/2025 tertanggal 10 Oktober 2025 dan masa pelaksanaan selama 70 hari kalender.


Sejumlah warga mengaku baru mengetahui detail proyek setelah papan informasi dipasang di lokasi pekerjaan. Sebelumnya, aktivitas proyek disebut berjalan tanpa penjelasan yang jelas kepada masyarakat.


Sebenarnya kami tidak masalah ada pembangunan sekolah, justru itu bagus. Tapi kami berharap informasi soal proyek ini lebih terbuka, supaya tidak menimbulkan kecurigaan,” ujar seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

 


Warga tersebut juga mengatakan pengawasan terhadap pekerjaan proyek perlu diperjelas agar pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan.


Awalnya kami kira pekerjaan biasa tanpa kejelasan. Setelah ada papan proyek, baru tahu kalau ini dari APBD. Tapi tetap saja, pengawasannya harus jelas,” katanya.


Warga lain turut menyoroti kondisi bangunan TK yang dinilai membutuhkan percepatan penanganan demi keselamatan siswa.


Ayo pelaksanaan selesaikan pekerjaan proyek TK di SDN 2 Boro, jangan biarkan seperti ini. Kita khawatir genteng di TK ini ambruk menimpa anak-anak di sekolah,” ujarnya.


Sorotan masyarakat terhadap proyek tersebut muncul karena pembangunan sektor pendidikan dinilai perlu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, terutama terkait penggunaan anggaran publik.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima belum memberikan keterangan resmi terkait progres pekerjaan maupun mekanisme pengawasan proyek rehabilitasi TK Boro 2 tersebut.