Bima, NTB | bimakita.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 1608/Bima di Desa Tolouwi terus menunjukkan progres signifikan. Berbagai sasaran pembangunan fisik seperti talud, rumah tidak layak huni (RTLH), jalan tani, hingga fasilitas air bersih hampir rampung meski sempat terkendala cuaca hujan.
Berdasarkan laporan perkembangan di lapangan, Selasa (27/6/2024), pembangunan talud Tolouwi telah mencapai sekitar 150 meter pada sisi kanan dan kiri. Saat ini tersisa sekitar 15 meter di sisi kanan dan 12 meter di sisi kiri yang masih harus diselesaikan.
Sementara itu, pekerjaan gorong-gorong belum dapat dilanjutkan karena debit air sungai meningkat setelah hujan. Meski begitu, material untuk gorong-gorong telah ditempatkan pada dudukan dan siap dipasang ketika kondisi air kembali normal.
Salah satu personel yang terlibat dalam pengerjaan di lapangan mengatakan bahwa kendala cuaca memang cukup mempengaruhi ritme pekerjaan, namun tidak menghentikan semangat para personel TNI dan warga.
Kalau hujan deras, terutama di area sungai, pekerjaan gorong-gorong terpaksa kami hentikan sementara. Tapi untuk pekerjaan lain tetap kami lanjutkan supaya target bisa tercapai,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Di lokasi lain, pembangunan talud baru di jalur menuju SMK juga hampir selesai. Hingga saat ini progresnya telah mencapai 110 meter, dengan sisa sekitar 3 meter yang masih perlu diselesaikan.
Selain talud, pembangunan jembatan atau gorong-gorong tambahan di jalur tersebut juga sedang dalam tahap pembuatan dudukan sebelum proses pemasangan dilakukan.
Program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga hampir memasuki tahap akhir. Progres pembangunan rumah telah mencapai 95 persen. Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap pelamiran serta pemasangan pintu dan jendela.
Salah satu warga penerima bantuan RTLH mengaku bersyukur atas program tersebut. Ia mengatakan rumah yang sebelumnya kurang layak kini hampir selesai diperbaiki.
Alhamdulillah, rumah kami sekarang sudah hampir selesai. Tinggal pasang pintu dan jendela saja. Kami sangat berterima kasih kepada TNI dan semua yang terlibat dalam program ini,” ungkapnya.
Sementara itu, pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) juga terus berjalan dengan progres mencapai sekitar 75 persen. Pekerjaan yang sedang dilakukan saat ini meliputi pelesteran tembok luar bagian samping serta pembuatan dudukan untuk pemasangan atap seng.
Di sektor infrastruktur pertanian, pembangunan jalan usaha tani juga hampir mencapai target. Hingga saat ini jalan yang telah dibuka mencapai 670 meter, dengan sisa sekitar 30 meter lagi sebelum mencapai target akhir 700 meter.
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, program TMMD juga menghadirkan pengeboran air bersih di tiga titik sebagai sasaran tambahan, yakni di Desa Tolouwi, Dusun Wane, dan Tolotangga. Pengeboran tersebut telah selesai dan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah tersebut.
Salah seorang warga mengaku keberadaan sumber air bersih ini menjadi harapan baru bagi masyarakat.
Selama ini kami cukup kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kami sangat terbantu,” katanya.
Meski cuaca hujan menjadi tantangan di lapangan, pihak Kodim 1608/Bima tetap optimistis seluruh sasaran pembangunan fisik TMMD ke-127 akan rampung sebelum penutupan kegiatan.
Program TMMD sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dasar. (Red)



