Diduga Malpraktik, Pasien Asal Ambalawi Lumpuh Usai Operasi Usus Buntu di RS dr. Agung Kota Bima -->

Advertisement

Video Karaoke

Diduga Malpraktik, Pasien Asal Ambalawi Lumpuh Usai Operasi Usus Buntu di RS dr. Agung Kota Bima

6 Mar 2026

Foto : Ilustasi

Bima, NTB | bimakita.com – Seorang pasien bernama Mijarina (50), warga Desa Tololai, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, dikabarkan mengalami kelumpuhan pada bagian kaki usai menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit dr. Agung Bima, pada 25 Februari 2026 lalu.

Menurut keterangan keluarga, Mijarina awalnya hanya mengeluhkan sakit perut dan kemudian memeriksakan diri ke rumah sakit. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosis pasien mengalami radang usus buntu dan menyarankan untuk dilakukan operasi.
Namun setelah tindakan operasi dilakukan, kondisi pasien justru berubah. Keluarga mengaku terkejut karena Mijarina mengeluhkan kaki sulit digerakkan hingga akhirnya tidak dapat bergerak seperti sebelumnya.

Awalnya hanya sakit perut. Setelah operasi, kakinya justru sulit digerakkan,” ungkap salah satu anggota keluarga, Rabu (25/2/2026).

Keluarga menduga adanya kelalaian dalam penanganan medis, terutama pada proses tindakan operasi berlangsung.

Beberapa hari pasca operasi, kondisi kaki pasien masih belum dapat digerakkan. Pihak RS dr. Agung kemudian menyarankan pasien untuk menjalani pengobatan lanjutan di RSUD Kabupaten Bima, dengan alasan keterbatasan alat terapi.

Kasus ini mendapat perhatian warga setempat. Aktivis sosial NTB, Ilhamuddin, mendesak pihak rumah sakit untuk bersikap transparan karena menduga adanya malpraktik medis dalam penanganan pasien tersebut.

Rumah sakit harus menjelaskan secara terbuka. Jika ada kelalaian, harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ia juga mengaku tengah mendorong keluarga pasien untuk menempuh jalur hukum agar kasus tersebut dapat diusut secara objektif.

Sementara itu, saat dikonfirmasi beberapa media pada 4 Maret 2026, salah staf informasi RS dr. Agung Bima, Evi Sulidyaty, saat ditemui di bagian informasi tidak bisa memberikan penjelasan rinci.

Kami akan menghubungi dulu pihak keluarga pasien dan belum bisa memberikan klarifikasi,” ujarnya.



Hingga berita ini diturunkan, Mijarina masih menjalani perawatan rawat jalan dan belum menunjukkan perkembangan signifikan. Keluarga berharap pihak rumah sakit memberikan penjelasan dan tanggung jawab atas kondisi yang dialami pasien. (Red)