Aji Maman Tinjau Langsung Rumah Reot di Rasanae Barat, Siap Perjuangkan Bantuan Bedah Rumah -->

Advertisement

Video Karaoke

Aji Maman Tinjau Langsung Rumah Reot di Rasanae Barat, Siap Perjuangkan Bantuan Bedah Rumah

25 Mar 2026


Kota Bima, NTB — Polemik rumah tidak layak huni yang ditempati pasangan suami istri, Siti Mariam dan Jaharudin, warga Lingkungan Sigi RT 10 RW 03, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, kini mendapat perhatian serius dari legislatif. Anggota DPRD Provinsi NTB dari PAN, Muhammad Aminurlah, turun langsung meninjau kondisi warga yang sebelumnya viral karena tinggal di rumah nyaris roboh.


Politisi yang akrab disapa Aji Maman itu melihat langsung kondisi bangunan yang jauh dari kata layak. Dinding rumah tampak rapuh, atap dalam kondisi kritis, dan lantai yang memprihatinkan menjadi gambaran nyata kehidupan Siti Mariam dan Jaharudin.


Setelah melihat langsung, ternyata benar kondisi rumah pasutri ini sangat memprihatinkan. Ini harus segera ditangani,” tegasnya di lokasi.


Kehadiran Aji Maman menjadi kontras di tengah polemik sebelumnya, ketika persoalan administratif seperti sengketa lahan disebut menjadi penghambat utama bantuan pemerintah. Tanpa berlarut pada alasan birokrasi, ia justru mengambil langkah konkret.


Tak hanya meninjau, Aji Maman juga menyerahkan bantuan bingkisan kepada sekitar 30 warga di sekitar lokasi. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian awal sekaligus sinyal bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa ditunda dengan dalih administratif semata.


Lebih jauh, mantan anggota DPRD Kabupaten Bima itu memastikan dirinya akan mengawal persoalan ini hingga tuntas. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional untuk membuka peluang bantuan melalui jalur non-formal.


Saya sudah berkoordinasi dengan BAZNAS NTB. InsyaAllah melalui dana pokok pikiran (pokir), kita juga akan bantu pembangunan rumah warga ini,” ungkapnya.


Baca juga :


Langkah cepat tersebut dinilai sebagai bentuk respons nyata atas kondisi darurat yang dihadapi warga. Di saat bantuan pemerintah tersendat karena persoalan administrasi, intervensi dari pihak lain menjadi harapan baru bagi Siti Mariam dan Jaharudin untuk bisa hidup lebih layak.


Ketua RT 03 Sigi, Liswar, mewakili warga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. Ia berharap upaya ini benar-benar berlanjut hingga rumah warga yang bersangkutan bisa segera diperbaiki.


Terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari Aji Maman. Semoga ini menjadi awal agar warga kami bisa mendapatkan rumah yang layak,” ujarnya.


Kasus ini sekaligus menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah. Di tengah keterbatasan regulasi, publik menilai bahwa keberpihakan dan keberanian mengambil langkah solutif jauh lebih dibutuhkan dibanding sekadar berpegang pada prosedur.


Kini, masyarakat menanti realisasi janji tersebut—apakah akan benar-benar menghadirkan perubahan, atau kembali terhenti di antara tumpukan administrasi.