Sepekan Plh Kapolres, 4 Kasus Narkoba Terbongkar – Ujian Serius Pasca Skandal Internal -->

Advertisement

Video Karaoke

Sepekan Plh Kapolres, 4 Kasus Narkoba Terbongkar – Ujian Serius Pasca Skandal Internal

17 Feb 2026


Kota Bima, Bimakita.com – Aroma perang terhadap narkoba kembali digaungkan di Kota Bima. Namun kali ini, publik menatapnya dengan sorot mata berbeda: penuh harap sekaligus penuh curiga.


Baru sepekan menjabat sebagai Plh Kapolres, Catur Erwin Setiawan langsung memimpin pengungkapan empat kasus peredaran sabu di wilayah hukum Polres Bima Kota. Total 10,95 gram sabu, empat unit handphone, serta uang tunai Rp15.398.000 diamankan dari sejumlah lokasi berbeda.


Foto : Plh Kapolres, Catur Erwin Setiawan


Langkah cepat ini terjadi tak lama setelah mencuatnya kasus yang menyeret mantan Kapolres dan mantan Kasat Narkoba Bima Kota dalam pusaran perkara narkotika—sebuah peristiwa yang mengguncang kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum di daerah ini.


Operasi Kilat di Tiga Titik


Pengungkapan pertama dilakukan Sabtu (14/2/2026) di Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat. DE (31) diringkus di rumahnya dengan barang bukti sabu, alat hisap, timbangan, serta uang tunai belasan juta rupiah yang diduga hasil transaksi.


Dua hari berselang, Senin (16/2/2026), AZ (38) ditangkap di Kelurahan Paruga. Dari tangan AZ ditemukan empat paket sabu dan dua unit handphone. Pengembangan mengarah ke Kelurahan Tanjung, yang disebut sebagai titik suplai. Namun, penggeledahan di salah satu rumah terduga lainnya tidak membuahkan hasil.


Polisi menyebut seluruh barang bukti jika ditotal mencapai 10,95 gram sabu. Para terduga kini diamankan di Mako Polres untuk proses hukum lebih lanjut.


Publik Bertanya: Sejauh Mana Jaringannya?


Secara kuantitas, 10,95 gram memang bukan angka kecil untuk ukuran transaksi lokal. Namun pertanyaan mendasarnya: apakah ini sekadar pengedar lapangan, atau pintu masuk membongkar jaringan yang lebih besar?



Dalam beberapa tahun terakhir, Kota Bima kerap disebut sebagai salah satu titik rawan peredaran narkotika di NTB. Fakta bahwa sebelumnya terjadi persoalan serius di internal kepolisian membuat publik menuntut pembuktian nyata—bukan sekadar rilis rutin penangkapan.


Apakah pengungkapan ini akan berhenti pada level pengguna dan pengedar kecil? Atau akan menembus aktor utama dan mata rantai distribusi lintas wilayah?


Ujian Integritas dan Konsistensi


Bagi AKBP Catur Erwin Setiawan, sepekan pertama ini bukan sekadar soal angka penangkapan. Ini adalah ujian integritas institusi. Kepercayaan publik yang sempat terkikis hanya bisa dipulihkan dengan transparansi, konsistensi, dan keberanian membongkar jaringan tanpa tebang pilih.


Bimakita.com mencatat, pengembangan kasus ini menjadi kunci. Jika hanya berhenti pada tersangka lapangan, maka skeptisisme publik akan terus hidup. Namun jika mampu menelusuri hingga pemasok utama dan jejaring lintas daerah, maka ini bisa menjadi titik balik perang narkoba di Kota Bima.


Hingga berita ini diterbitkan, penyidik menyatakan masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap jaringan lainnya.