Kota Bima – Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Obor Guru-Guru Bima Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula SMKN 2 Kota Bima, Sabtu (14/2), tidak hanya membahas laporan pertanggungjawaban (LPJ) dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), tetapi juga menyoroti tantangan permodalan koperasi dalam beberapa tahun terakhir.
RAT dihadiri ratusan anggota serta jajaran pengurus dan pengawas. Hingga saat ini, jumlah anggota KPRI Obor Guru-Guru Bima tercatat sebanyak 529 orang.
Modal Menurun, Pelayanan Terdampak
Ketua Koperasi OBOR Guru-Guru, Arif, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir modal koperasi mengalami penurunan. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya optimalisasi pelayanan kepada anggota.
Meski demikian, Arif menegaskan bahwa situasi tersebut bukan menjadi hambatan besar bagi keberlangsungan koperasi.
Prinsip kebersamaan dan kekeluargaan tidak pernah pudar, seperti obor yang terus menyala. Semangat anggota harus terus ditingkatkan untuk mengembangkan modal dan memanfaatkan pelayanan koperasi secara maksimal,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa koperasi hanya bisa tumbuh apabila partisipasi anggota tetap kuat, baik dalam penyertaan modal maupun dalam memanfaatkan layanan yang tersedia.
Keputusan Strategis RAT
Dalam forum tertinggi koperasi tersebut, sejumlah keputusan strategis disepakati. Salah satunya terkait alokasi dana cadangan sebesar 30 persen untuk Tahun Buku 2026. Dari jumlah tersebut, direncanakan 10 persen akan digunakan untuk mendukung pembagian SHU.
Selain itu, rapat juga menyoroti adanya tabungan anggota yang masih memiliki tunggakan di koperasi. Forum meminta agar tunggakan tersebut segera diselesaikan guna memperkuat permodalan dan likuiditas koperasi.
Pengurus berharap penyelesaian kewajiban tersebut dapat mendorong koperasi menjadi lebih maju dan berkembang, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota.
Melalui RAT Tahun Buku 2025 ini, KPRI Obor Guru-Guru Bima diharapkan semakin memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan partisipasi anggota, dan mengembalikan stabilitas permodalan demi kesejahteraan bersama. (Red)

