Bima, NTB | bimakita.com – Bentrokan antarkelompok pemuda dari Desa Tenga, Kecamatan Woha, dan Desa Baralau, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pecah pada Selasa (3/11/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan dua warga Desa Tenga mengalami luka-luka setelah terkena anak panah dalam aksi saling serang yang melibatkan kedua kelompok.
Kedua korban masing-masing berinisial JD dan AD. Keduanya dilaporkan mengalami luka pada bagian dada dan perut sebelah kiri akibat terkena anak panah.
Informasi yang dihimpun dari Jurnal Sumbawa menyebutkan, kedua korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang warga Desa Tenga, Arif Fadel, membenarkan adanya dua warga yang menjadi korban dalam bentrokan tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Fadel mengatakan kedua korban tengah dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kena panah, saat sekarang sedang dilarikan ke Puskesmas," ujar Arif Fadel kepada Jurnal Sumbawa, Selasa (3/11/2026).
Saling Serang Menggunakan Batu dan Anak Panah
Berdasarkan informasi awal, bentrokan tersebut melibatkan aksi saling serang menggunakan batu dan anak panah.
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat sekelompok pemuda dari kedua desa terlibat aksi saling lempar batu di badan jalan. Situasi kemudian dilaporkan meluas hingga ke kawasan persawahan.
Ketegangan antarkelompok pemuda tersebut dilaporkan masih berlangsung ketika informasi awal diterima.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti pemicu maupun kronologi awal yang menyebabkan bentrokan antara pemuda Desa Tenga dan Desa Baralau pecah.
Polisi Turun ke Lokasi, Korban Dievakuasi
Kapolsek Monta, AKP Sudirman, membenarkan adanya konflik antarkelompok pemuda dari kedua desa tersebut.
Ia memastikan personel kepolisian telah diterjunkan ke lokasi untuk melerai kelompok yang terlibat bentrokan sekaligus menangani situasi di lapangan.
Iya, konflik pemuda. Sekarang lagi bawa korban juga ke Puskesmas," ungkap AKP Sudirman saat dikonfirmasi Jurnal Sumbawa melalui WhatsApp.
Kehadiran aparat kepolisian di lokasi diharapkan dapat meredam ketegangan dan mencegah bentrokan semakin meluas.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai penyebab bentrokan, kondisi terkini kedua korban, maupun kemungkinan adanya korban tambahan. (Red)

