
Foto bersama usai Konferensi IV Persatuan Buruh Makassar (PSBM).
MAKASSAR||bimakita.com — Di tengah tekanan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebut masih menghantui pekerja, Persatuan Serikat Buruh Makassar (PSBM) memperkuat konsolidasi organisasi melalui Konferensi IV yang digelar di Kota Makassar, 4 Oktober 2026.
Konferensi yang mengusung tema “Perkuat Soliditas Internal & Persatuan Menuju Kemenangan Kelas Pekerja” tersebut menetapkan Delandi Safri Pratama sebagai Ketua Umum PSBM periode 2026–2028.
Pergantian kepemimpinan ini tidak hanya menjadi agenda regenerasi organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menentukan arah perjuangan PSBM di tengah persoalan ketenagakerjaan, termasuk PHK dan perubahan regulasi ketenagakerjaan.
Usai terpilih, Delandi menegaskan bahwa kepemimpinan dalam serikat buruh merupakan mandat bersama. Ia menyebut kekuatan organisasi tidak berada pada ketua semata, melainkan pada soliditas pengurus dan anggota.
“Kita semua dalam PSBM ini adalah sama pimpinan. Ketua tanpa pengurus dan anggota bukanlah apa-apa. Saya berterima kasih kepada semua kawan-kawan PSBM yang telah memberikan amanah kepada saya di Konferensi IV ini,” ujar Delandi.
Perluas Basis ke Kawasan Industri
Delandi menempatkan perluasan basis organisasi sebagai salah satu agenda utama kepengurusan baru.
Ia menargetkan PSBM dapat memperluas pengorganisasian ke berbagai perusahaan dan sektor industri, khususnya di kawasan industri KIMA dan wilayah Kota Makassar.
Menurutnya, penguatan basis menjadi penting karena pekerja menghadapi persoalan PHK yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
“Tugas kita ke depan hanya satu, memperluas basis PSBM ke pabrik-pabrik multisektor di KIMA dan Kota Makassar khususnya. Empat tahun bertubi-tubi kita dilanda PHK massal yang sangat merugikan kelas pekerja,” katanya.
Delandi juga menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak dimaksudkan untuk menghapus kerja-kerja organisasi sebelumnya. Regenerasi, kata dia, harus menjadi bagian dari proses melanjutkan dan menyempurnakan program yang telah dibangun.
“Setiap lembaga butuh penyegaran. Kepengurusan baru ini bukan menghapus yang lama, tetapi untuk melanjutkan dan menyempurnakan program kepengurusan sebelumnya,” ujarnya.
Ia sekaligus menyatakan kesiapannya menjalankan mandat organisasi.
“Posisi saya tegas, siap memimpin dan siap dipimpin demi terwujudnya We Are The Working Class,” tegasnya.
Perjuangan Buruh Perempuan Jadi Sorotan
Koordinator Departemen Perempuan PSBM, Jeny, menilai Konferensi IV juga harus menjadi momentum untuk memperkuat posisi buruh perempuan dalam organisasi.
Ia berharap kepemimpinan baru memberikan ruang yang lebih besar bagi perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, pengorganisasian maupun perjuangan di tingkat basis.
“Perempuan buruh bukan hanya objek perjuangan, tetapi merupakan kekuatan penting dalam membangun organisasi yang kuat, demokratis dan setara,” kata Jeny.
Jeny yang juga merupakan Koordinator Posko Pembelaan dan Perlindungan Buruh Perempuan PSBM-FSBPI Makassar berharap PSBM dapat berkembang menjadi salah satu organisasi serikat buruh yang memiliki kepemimpinan kuat dan berintegritas di Kota Makassar.
Regenerasi Dinilai Bagian dari Keberlanjutan Organisasi
Ketua Umum PSBM sebelumnya, Rahman, mengapresiasi pelaksanaan Konferensi IV. Menurutnya, konferensi merupakan bagian penting dalam memastikan keberlanjutan organisasi.
“Saya mengapresiasi seluruh proses konferensi yang telah dilaksanakan dan keterlibatan seluruh anggota serta pengurus dalam menjaga keberlangsungan organisasi,” ujar Rahman.
Ia juga menyampaikan selamat kepada Delandi Safri Pratama yang mendapat mandat memimpin PSBM selama periode 2026–2028.
Rahman berharap kepemimpinan baru mampu membawa PSBM menjadi organisasi yang semakin kuat, militan dan tetap dekat dengan persoalan konkret yang dihadapi kaum buruh.
KPBI Sulsel Soroti Situasi Ketenagakerjaan
Ketua KPBI Sulsel, Sartono Laodemutu, S.H., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Konferensi IV PSBM.
Menurut Sartono, forum konferensi atau kongres memiliki posisi strategis dalam tradisi organisasi buruh karena menjadi ruang untuk melakukan regenerasi sekaligus menentukan arah perjuangan.
“Di tengah situasi regulasi negara terkait sektor ketenagakerjaan yang mengakibatkan PHK massal dan perubahan undang-undang ketenagakerjaan yang kian membingungkan publik, maka konferensi atau kongres serikat buruh adalah jawaban perlawanan yang sulit terbendung,” kata Sartono.
Ia menilai regenerasi yang berlangsung secara berkelanjutan merupakan bagian dari proses memperkuat gerakan buruh.
“Regenerasi yang terus tumbuh dalam perserikatan buruh adalah proses perubahan yang positif dan sehat, sehingga perjuangan anak bangsa, secara khusus dalam dunia ketenagakerjaan, akan terus sambung-menyambung hingga negara ini benar-benar berpihak terhadap kelas pekerja Indonesia,” ujarnya.
Dengan terpilihnya Delandi Safri Pratama, PSBM kini memasuki periode kepengurusan baru dengan tantangan utama memperkuat organisasi, memperluas basis anggota dan merespons persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi pekerja di Makassar, termasuk ancaman PHK.
PSBM merupakan serikat pekerja mandiri yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan, dan terafiliasi dengan Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI) serta Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI).