Sudirman Buka Suara soal Sengketa Tanah Oimbo: “Nurjaya dan Fajrin Keluarga, Hanya Miskomunikasi” -->

Advertisement

Video Karaoke

Sudirman Buka Suara soal Sengketa Tanah Oimbo: “Nurjaya dan Fajrin Keluarga, Hanya Miskomunikasi”

12 Sep 2026

 


Bima, NTB | bimakita.com — Persoalan sengketa batas tanah di Kelurahan Oimbo, Kota Bima, mendapat penjelasan dari Sudirman selaku pemilik awal lahan yang kini menjadi objek perselisihan antara Nurjaya dan Fajrin.


Sudirman menyebut persoalan tersebut pada dasarnya bukan konflik kepemilikan yang harus berujung pada pertikaian, melainkan miskomunikasi mengenai batas tanah.


Ia juga menegaskan bahwa kedua pihak yang berselisih masih memiliki hubungan keluarga. Karena itu, Sudirman memilih mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.


Ini akan saya selesaikan. Karena kedua orang ini, Nurjaya dan Fajrin, adalah anak dan keluarga saya. Menurut saya, persoalan ini hanya miskomunikasi,” ungkap Sudirman saat dikonfirmasi sejumlah media.


Sudirman menjelaskan, sejak awal proses pembelian tanah, batas antara lahan yang dibeli Fajrin dan Nurjaya telah ditentukan melalui pemasangan patok.

Menurutnya, pemasangan patok tersebut dilakukan dengan disaksikan oleh perangkat lingkungan, termasuk RT dan RW. Nurjaya, kata Sudirman, juga mengetahui dan menyaksikan pemasangan batas tersebut.

Namun, Sudirman menyebut patok yang sebelumnya menjadi penanda batas itu telah tergeser saat penimbunan tanah. 


Sudirman berharap persoalan mengenai patok dan batas tersebut tidak semakin memperuncing hubungan antara Nurjaya dan Fajrin.


Siapkan Solusi, Rela Beri Tambahan Tanah

Di tengah persoalan yang sudah sempat memanas dan beberapa kali dimediasi Pemerintah Kelurahan Oimbo, Sudirman mengaku telah memikirkan solusi untuk mengakhiri sengketa.


Ia bahkan menyatakan kesediaannya memberikan tambahan tanah kepada Nurjaya apabila terdapat kekurangan luas lahan yang menjadi haknya, dengan harapan persoalan batas tidak lagi menjadi sumber pertikaian.


Saya mau kasih tanah kekurangan tanah Jaya supaya tidak terjadi perebutan,” ujarnya.


Menurut Sudirman, solusi tersebut diharapkan dapat menjadi jalan keluar tanpa harus memperpanjang persoalan antara kedua pihak.


Namun, ia mengakui situasi saat ini sudah terlanjur memanas sehingga penyelesaiannya membutuhkan kesabaran dan komunikasi yang baik.


Tak Ingin Hubungan Keluarga Rusak

Sudirman menegaskan dirinya tidak menginginkan sengketa tersebut berujung pada keretakan hubungan keluarga.


Ia memilih mengambil peran untuk mempertemukan kepentingan kedua pihak dan mencari jalan keluar yang dianggap adil.


Keadaan sudah memanas. Insya Allah beberapa hari ke depan akan saya selesaikan masalah ini,” tegasnya.


Menurut Sudirman, persoalan batas tanah semestinya dapat diselesaikan dengan kepala dingin, terlebih kedua pihak masih memiliki hubungan keluarga.


Pernyataan Sudirman ini sekaligus memberikan perspektif berbeda terhadap sengketa tanah yang sebelumnya telah beberapa kali dimediasi Pemerintah Kelurahan Oimbo, namun belum menghasilkan kesepakatan.


Dengan adanya tawaran penyelesaian dari pemilik awal tanah, persoalan tersebut kini diharapkan dapat kembali ditempatkan sebagai persoalan batas dan komunikasi yang bisa diselesaikan secara kekeluargaan. (Red)