NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional, Khairunnisa Asal Bima Juara 1 -->

Advertisement

Video Karaoke

NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional, Khairunnisa Asal Bima Juara 1

22 Sep 2026

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Khairunnisa qariah asal Bima peraih juara 1 Qora'at Mukawwad dewasa putri pada MTQ Nasional XXX1 di Semarang.

MATARAM||bimakaita.com
— Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatatkan prestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Kafilah NTB berhasil menembus jajaran 10 besar nasional dengan menempati peringkat ke-9 dan mengoleksi total nilai 34.


Capaian tersebut menjadi peningkatan signifikan dibandingkan MTQ Nasional XXX di Kalimantan Timur, ketika NTB berada di peringkat ke-23.


Salah satu penyumbang poin penting bagi NTB adalah Khairunnisa, qariah asal Bima, yang berhasil meraih Juara 1 Qira’at Mujawwad Dewasa Putri.


Selain Khairunnisa, sejumlah kafilah NTB juga berhasil meraih prestasi pada berbagai cabang. Ahmad Masyhun meraih Juara 2 Tafsir Bahasa Arab, Maesarah meraih Juara 3 Tilawah Dewasa Putri, Taqwa Hikmatullah meraih Harapan 1 Hafalan Al-Qur’an 10 Juz, M. Haikal Afad meraih Harapan 2 Hafalan 30 Juz, serta Ahmad Kodri meraih Harapan 3 Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra.


Sejumlah wakil NTB lainnya juga berhasil menembus babak final, di antaranya Nihla Hudya Alnaisa pada cabang Tilawah Anak-Anak Putri, Holis Susabri pada Tilawah Remaja Putra, serta salah satu peserta pada cabang Fahmil Qur’an.


Pembinaan Hampir Dua Bulan


Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berjuang membawa nama NTB di tingkat nasional.


Hal tersebut disampaikan saat Gubernur menerima Khairunnisa bersama pelatih dan jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB di ruang kerjanya, Senin (21/9).

 

“Alhamdulillah, harapan kita, walaupun baru satu, ada yang berhasil juara satu dari NTB. Ini kebahagiaan bagi kita semua,” ujar Miq Iqbal.


Menurutnya, keberhasilan NTB kembali masuk 10 besar tidak terlepas dari pola pembinaan yang mulai dilakukan secara lebih sistematis dan intensif.


Jika sebelumnya pemusatan latihan atau training center (TC) hanya berlangsung beberapa hari, pada MTQ kali ini kafilah NTB menjalani TC di Mataram selama sekitar 40 hari sebelum melanjutkan persiapan di lokasi MTQ.


Miq Iqbal menilai prestasi MTQ tidak semata-mata diukur berdasarkan jumlah juara. Lebih dari itu, MTQ menjadi bagian dari upaya menghidupkan syiar Al-Qur’an sekaligus membangun generasi muda NTB.


Menurutnya, keberhasilan Khairunnisa menunjukkan bahwa talenta perempuan NTB memiliki peluang besar untuk berprestasi di tingkat nasional.


Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus menular kepada peserta junior yang akan dipersiapkan menghadapi MTQ pada masa mendatang.


Khairunnisa Melaju ke MTQ Internasional


Prestasi Khairunnisa tidak berhenti di tingkat nasional. Qariah asal Bima tersebut dijadwalkan mengikuti MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober mendatang.


Sebelum keberangkatan, Khairunnisa akan kembali menjalani pembinaan bersama LPTQ NTB.


Di sisi lain, Gubernur NTB menyoroti tantangan pembinaan qari dan qariah NTB yang tidak hanya terletak pada pencarian talenta, tetapi juga bagaimana mempertahankan talenta tersebut agar tetap membawa nama NTB.


Miq Iqbal menyebut terdapat sejumlah qari yang sebelumnya mendapatkan pembinaan di NTB, namun kemudian berprestasi dengan membela daerah lain.


Karena itu, Pemprov NTB bersama LPTQ berencana memperkuat sistem pencarian dan pembinaan talenta atau talent scouting hingga tingkat desa dan kecamatan.


Pembinaan juga akan diarahkan agar tidak berhenti setelah pelaksanaan MTQ, tetapi berlangsung secara berkelanjutan.

 

“Tidak boleh turun dari ranking 9 ini. Minimal 9. Syukur-syukur bisa masuk 5 besar dulu,” tegas Miq Iqbal.


Pemprov NTB juga memastikan akan memberikan bonus dan apresiasi kepada para kafilah yang berhasil mengukir prestasi. Besaran bonus tersebut akan diumumkan kemudian.


Perhatian pada Mental Kafilah


Kepala Biro Kesra NTB H. Amir menambahkan, selama pelaksanaan MTQ Nasional di Semarang, pemerintah daerah tidak hanya memberikan perhatian terhadap aspek teknis perlombaan, tetapi juga kondisi mental para kafilah.


Pendampingan dari RS Mutiara Sukma turut diberikan untuk membantu menjaga kondisi psikologis peserta selama mengikuti kompetisi.


Menurut Amir, aspek pendampingan mental tersebut menjadi bagian yang penting untuk terus dikembangkan dalam pola pembinaan kafilah NTB ke depan.


Sementara itu, Khairunnisa mengaku pembinaan yang berlangsung hampir dua bulan membuat persiapannya jauh lebih matang dibandingkan sebelumnya.


Ia berharap pola pembinaan yang telah dilakukan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

 

“Terima kasih atas dukungan Gubernur, Pemerintah Provinsi NTB, para pelatih, dan masyarakat,” ujar Khairunnisa.


Prestasi NTB di Semarang sekaligus menempatkan Khairunnisa asal Bima sebagai salah satu talenta yang kini menjadi bagian penting dari target pembinaan MTQ NTB menuju kompetisi nasional dan internasional berikutnya.