Kota Bima, NTB | bimakita.com — Upaya AP (29), pria yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus dugaan penggelapan dalam jabatan, untuk kabur ke Lombok akhirnya kandas.
AP diamankan Tim Opsnal Reskrim Polsek Rasanae Barat, Polres Bima Kota, di Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 04.49 Wita.
Pria yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta dan berdomisili di Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima, itu diduga hendak menyeberang menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.
Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar, S.Sos., mengatakan penangkapan tersebut berawal dari penyelidikan polisi terkait kasus penggelapan dalam jabatan yang terjadi di Indomaret Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
Dari hasil penyelidikan, kami memperoleh informasi bahwa tersangka berada di kawasan Pelabuhan Laut Tano dan sedang menunggu keberangkatan kapal feri menuju Pelabuhan Kayangan,” kata AKP Adhar. (7/9)
Mendapat informasi tersebut, Tim Opsnal yang dipimpin Panit Opsnal II Reskrim Polsek Rasanae Barat IPDA I Kadek Anom Suardinatha, S.A.B., M.M., langsung bergerak menuju Pelabuhan Tano sekitar pukul 04.45 Wita.
Petugas kemudian menyisir ruang penumpang dan menemukan seorang pria yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan informasi yang telah dikantongi.
Personel kemudian melakukan pengecekan identitas dan mencocokkan ciri-ciri yang diperoleh sebelumnya. Setelah dipastikan, pria tersebut merupakan tersangka yang masuk dalam DPO,” jelasnya.
Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan Pos Penjagaan Kawasan Pelabuhan Laut Tano Polres Sumbawa Barat untuk mengamankan AP.
Dari pelabuhan, AP kemudian dibawa ke Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
AKP Adhar menegaskan, keberhasilan mengamankan DPO tersebut merupakan hasil kerja penyelidikan yang dilakukan personel serta koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah lain.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras personel dalam melakukan penyelidikan serta koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah lain,” ujarnya.
Dengan diamankannya AP di Pelabuhan Tano, rencana perjalanan menuju Lombok pun terhenti. Polisi kini melanjutkan proses pemeriksaan untuk mendalami perkara dugaan penggelapan dalam jabatan yang menjeratnya. (Red)

