Dompu, NTB | bimakita.com — Pembangunan fasilitas pelabuhan Kilo Dompu memasuki momentum penting. Ground breaking pembangunan fasilitas pelabuhan ditandai dengan pemancangan tiang pada Senin (7/9/2026).
Ground breaking tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan penting pembangunan pelabuhan yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Dompu.
Bupati Dompu Bambang Firdaus mengatakan Pelabuhan Kilo merupakan salah satu harapan besar masyarakat dan menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Perjuangan yang tidak pernah lelah hari ini mulai nampak terlihat, harapan itu bukan lagi sekadar impian, hari ini impian itu mulai berwujud,” ujar Bambang dalam sambutannya.
Menurut Bambang, keberadaan Pelabuhan Kilo nantinya akan memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor unggulan daerah, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan hingga kelautan.
Selain itu, pembangunan pelabuhan diyakini dapat membuka lapangan pekerjaan serta ikut mendorong sektor pariwisata di wilayah tersebut.
Pelabuhan Kilo menjadikan konektivitas antar pulau lebih dekat, arus barang dan jasa akan lebih efektif, memangkas jarak, waktu, dan biaya, pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Rp85 Miliar, Dibangun di Atas Lahan 30 Hektare
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Calabai, Prayitno, mengungkapkan pembangunan Pelabuhan Kilo berdiri di atas lahan seluas sekitar 30 hektare yang merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten Dompu.
Pembangunan tersebut menggunakan anggaran Rp85,111 miliar yang bersumber dari APBN, dengan waktu pelaksanaan 315 hari kalender sejak Februari hingga 30 Desember 2026.
Prayitno menyebut progres fisik pembangunan saat ground breaking telah mencapai 57,736 persen, dengan sisa waktu pelaksanaan 116 hari kerja.
Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Prayitno.
Pembangunan Pelabuhan Kilo sendiri telah menjadi bagian dari agenda penguatan infrastruktur transportasi laut di Dompu. Pada April 2026, Bupati Dompu bersama Anggota DPR RI dapil NTB Mori Hanafi telah meninjau langsung lokasi pembangunan di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo.
Material Dermaga Didatangkan dari Surabaya
Sebelumnya, pembangunan fasilitas sisi laut sempat menghadapi kendala material. Pada 17 Agustus 2026, sebanyak 617 batang tiang pancang dengan berat total sekitar 1.576 ton tiba di Pelabuhan Kilo menggunakan kapal TB Bening I BG Lautan 1801 dari Surabaya.
Kepala UPP Kelas III Calabai Prayitno mengatakan kedatangan material tersebut menjadi langkah penting untuk melanjutkan pembangunan fasilitas dermaga.
Kedatangan material tiang pancang tersebut diharapkan mempercepat pembangunan fasilitas dermaga sehingga keseluruhan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target kontrak,” katanya.
Untuk mengejar target penyelesaian, pelaksana juga melakukan percepatan dengan menambah tenaga kerja dan jam kerja.
Diharapkan Pangkas Biaya Logistik
Pembangunan Pelabuhan Kilo tidak hanya diarahkan sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai pintu keluar-masuk barang yang dapat memperkuat perekonomian Dompu.
Dalam peninjauan sebelumnya, Bambang Firdaus menyebut keberadaan pelabuhan diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa, menekan biaya logistik, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Dengan posisi strategis tersebut, Pelabuhan Kilo diharapkan dapat menghubungkan Dompu dengan wilayah lain melalui jalur laut secara lebih efisien.
Pemerintah Kabupaten Dompu juga telah merencanakan dukungan konektivitas darat menuju kawasan pelabuhan. Dokumen perencanaan daerah menyebut pengembangan Pelabuhan Kilo perlu didukung peningkatan akses jalan, termasuk trase Tanjung–Tropo–Mbuju yang diproyeksikan menjadi salah satu akses penting menuju kawasan pelabuhan.


