MATARAM||bimakita.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) XIII Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB. Dalam kesempatan tersebut, Wagub menyerukan persatuan seluruh insan olahraga untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
![]() |
| Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Puteri. |
Wagub menegaskan, Musorprov merupakan bagian dari dinamika demokrasi organisasi. Namun, perbedaan pilihan dalam proses pemilihan Ketua KONI NTB tidak boleh memecah persatuan keluarga besar olahraga di daerah.
Menurutnya, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua KONI NTB harus mendapatkan dukungan seluruh pengurus cabang olahraga dan pemangku kepentingan. Dukungan tersebut diperlukan agar pembinaan atlet dan persiapan menuju PON 2028 dapat berjalan maksimal.
“Ketua yang terpilih harus kita dukung bersama, kita doakan bersama, dan bersama-sama membawa nama NTB menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujar Wagub.
Ia mengingatkan bahwa tantangan olahraga NTB ke depan semakin besar. Karena itu, konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas pembinaan, dan penguatan sinergi antarcabang olahraga harus menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan Musorprov XIII menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi organisasi. Ia berharap seluruh peserta mengedepankan demokrasi dan menjaga persatuan demi kemajuan olahraga NTB.
“Kita boleh berbeda pilihan, tetapi kita harus tetap bersatu. Tujuan kita satu, yaitu kemajuan olahraga NTB,” kata Mori.
Mori juga menyampaikan bahwa berbagai program pembinaan selama periode 2022–2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah kebijakan olahraga NTB berikutnya, termasuk mempersiapkan atlet menghadapi PON 2028.
Musorprov XIII KONI NTB menjadi titik penting untuk menyatukan kembali seluruh kekuatan olahraga daerah. Kontestasi kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi persiapan menghadapi PON 2028 menjadi kepentingan yang jauh lebih besar.
Setelah musyawarah menghasilkan keputusan, seluruh perbedaan diharapkan dapat ditinggalkan. Semua unsur olahraga NTB harus kembali bergerak dalam satu barisan demi meningkatkan prestasi atlet dan mengharumkan nama NTB di tingkat nasional.
