Miq Iqbal Tawarkan Investasi Rp1,61 Triliun ke Maroko, Energi Hijau hingga Mandalika Jadi Andalan NTB -->

Advertisement

Video Karaoke

Miq Iqbal Tawarkan Investasi Rp1,61 Triliun ke Maroko, Energi Hijau hingga Mandalika Jadi Andalan NTB

18 Jul 2026

Mataram, NTB | bimakita.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperluas diplomasi ekonomi di tingkat internasional dengan membuka peluang kerja sama strategis bersama Kerajaan Maroko. 



Melalui pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur NTB, Jumat (17/7), Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal memaparkan berbagai potensi investasi unggulan yang dimiliki daerah sebagai bagian dari upaya menarik investor global.


Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kerajaan Maroko dalam membangun kemitraan yang saling menguntungkan di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, energi, pengelolaan sumber daya alam, hingga pengembangan sumber daya manusia.


Dalam kesempatan itu, Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB.


Mengusung tema "The Islands of Endless Potentials", Gubernur Iqbal memperkenalkan NTB sebagai gerbang investasi di kawasan timur Indonesia yang memiliki fondasi ekonomi kuat. Dengan jumlah penduduk sekitar 5,81 juta jiwa yang didominasi usia produktif, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta letak geografis yang strategis, NTB dinilai memiliki daya tarik besar bagi investor internasional.


Kami ingin membangun kerja sama yang tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan transfer teknologi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat NTB," ujar Gubernur Lalu Muhamad Iqbal.


Pariwisata Berkualitas Jadi Prioritas


Di sektor pariwisata, Pemerintah Provinsi NTB menawarkan konsep Road to Quality Tourism, yaitu pengembangan destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global.


Saat ini NTB memiliki 265 destinasi wisata dan 375 desa wisata, yang didukung pengembangan infrastruktur dan peningkatan konektivitas penerbangan internasional.


Pemerintah juga membuka peluang investasi di sektor perhotelan, kawasan wisata terpadu, hingga transportasi pariwisata.


Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Jadi Motor Ekonomi


Sektor pertanian tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB. Komoditas unggulan seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, kopi, kakao, vanili, hingga tembakau dinilai memiliki prospek investasi yang menjanjikan.


Pemerintah Provinsi NTB juga tengah menjalankan program penanaman satu juta pohon kelapa dan satu juta pohon kopi sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dengan industri pengolahan.


Sementara di sektor peternakan, NTB terus memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra sapi potong nasional melalui pengembangan pembibitan, rumah potong hewan modern, industri pengolahan daging dan susu, termasuk proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) Beef Cattle Farming di Labangka, Kabupaten Sumbawa.


Di bidang kelautan dan perikanan, NTB mencatat produksi sekitar 1,25 juta ton pada 2025. Potensi tersebut membuka peluang investasi pada industri pengolahan hasil laut, pembangunan fasilitas cold chain, hingga hilirisasi komoditas ekspor seperti tuna, udang vaname, lobster, rumput laut, dan garam.


Energi Hijau dan Hilirisasi Mineral


Gubernur Iqbal juga menegaskan bahwa NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), mulai dari energi surya, angin, air, biomassa, hingga panas bumi.


Menurutnya, keberadaan sedikitnya 15 bendungan besar menjadi modal penting untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida.


Selain itu, kekayaan mineral strategis berupa tembaga, emas, perak, mangan, pasir besi, dan timbal dinilai mampu menjadi fondasi pengembangan industri hilirisasi berbasis energi hijau.


NTB memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi nilai tambah melalui investasi, hilirisasi, dan pengembangan energi bersih sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Miq Iqbal.


Tawarkan Proyek Investasi Rp1,61 Triliun


Sebagai bagian dari promosi investasi, Pemerintah Provinsi NTB menawarkan sejumlah proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) dengan total nilai sekitar Rp1,61 triliun.


Beberapa proyek unggulan yang dipromosikan antara lain Kerakas Beach Five-Star Hotel di Lombok Utara, Gili Gede Luxury Resort & Five-Star Hotel, Mautika Mandalika Hotel, dan Kuta Heights Hotel di kawasan Mandalika.


Seluruh proyek tersebut telah didukung kesiapan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta prospek pasar yang dinilai sangat menjanjikan.


Menutup pertemuan tersebut, Gubernur Iqbal berharap hubungan NTB dan Kerajaan Maroko tidak hanya berkembang dalam bidang perdagangan dan investasi, tetapi juga meluas pada kerja sama pendidikan, pengembangan teknologi, energi terbarukan, pertanian modern, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Kami ingin membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Dengan kolaborasi internasional yang kuat, NTB optimistis mampu menjadi destinasi investasi yang kompetitif, berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai gerbang investasi di kawasan timur Indonesia," tutup Gubernur.