Pangdam IX/Udayana Tinjau Rampungnya Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kota Bima -->

Advertisement

Video Karaoke

Pangdam IX/Udayana Tinjau Rampungnya Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kota Bima

27 Jun 2026


Kota Bima, NTB | Bimakita – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, meninjau rampungnya pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima, Sabtu (27/6/2026). Jembatan yang dibangun melalui program Presiden Prabowo Subianto melalui Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat tersebut kini telah selesai dan siap dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung permukiman dengan lahan pertanian dan persawahan.


Jembatan Perintis Garuda memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 1,5 meter. Pembangunannya dimulai pada awal Mei 2026 sebagai bagian dari Program III dan IV TNI AD yang berfokus pada percepatan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.



Peninjauan tersebut turut dihadiri Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch Sjasul Arief, Asops Kasdam IX/Udayana Kolonel Infanteri Arfan Johan Wihananto, Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Infanteri Yudi Riyanto Ratu, Kazidam IX/Udayana Kolonel Czi Wiwid Wahyu Hidayat, Kasmin Pangdam IX/Udayana Mayor Ctp I Gede Indrayana, Dandim Bima, Wali Kota Bima, Wakil Wali Kota Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Kapolres Bima Kota, Kepala Kejaksaan Negeri Bima, para kepala OPD, Lurah Rontu, Ketua RT/RW, serta masyarakat setempat.


Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana mengapresiasi seluruh pihak yang telah bersinergi sehingga pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat diselesaikan sesuai rencana.


"Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian negara melalui TNI AD dalam membantu masyarakat. Infrastruktur seperti ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Mayjen TNI Piek Budyakto.

 

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto


Pangdam juga menjelaskan bahwa di wilayah Kodam IX/Udayana terdapat 24 titik pembangunan yang tersebar di tiga Korem, yakni 12 titik di Korem 161/Wirasakti, 9 titik di Korem 162/Wira Bhakti, dan 3 titik di Korem 163/Wira Satya.


Menurutnya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan implementasi dukungan TNI terhadap program prioritas nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin ketiga, yaitu peningkatan lapangan kerja, pengembangan kewirausahaan, industri kreatif, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.


Sementara itu, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran TNI AD atas perhatian yang diberikan kepada Kota Bima melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda.


"Atas nama Pemerintah Kota Bima dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran TNI AD yang telah menghadirkan program pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Rontu. Jembatan ini merupakan kebutuhan masyarakat dan manfaatnya akan sangat besar, terutama dalam memperlancar akses menuju lahan pertanian serta mendukung aktivitas ekonomi warga," ujarnya.

 

Wali Kota mengatakan, keberadaan Jembatan Perintis Garuda akan mempermudah masyarakat mengangkut hasil panen sekaligus meningkatkan konektivitas antara kawasan permukiman dan sentra pertanian.


Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Kota Bima akan terus berlanjut.


"Insya Allah, setelah Jembatan Garuda di Rontu, Kota Bima kembali mendapat perhatian melalui pembangunan Jembatan Manggemaci dan Jembatan Paruga. Kami berharap seluruh program ini dapat berjalan lancar karena akan semakin memperkuat konektivitas wilayah, mempermudah mobilitas masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

 


Masyarakat yang hadir menyambut antusias rampungnya pembangunan Jembatan Perintis Garuda. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi akses vital yang memperlancar aktivitas warga sehari-hari, khususnya para petani dalam mengangkut hasil panen, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kecamatan Raba dan Kota Bima secara umum. (Red)