Mataram||bimakita.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam memperkuat keamanan digital pemerintahan daerah berbuah pengakuan di tingkat nasional. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi NTB atas keberhasilannya mewujudkan 100 persen pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di seluruh kabupaten dan kota di daerah tersebut.
![]() |
| Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, menyerahkan penghargaan kepada Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri |
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, kepada Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, dalam acara penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) Tim Tanggap Insiden Siber yang berlangsung di Universitas Mataram, Selasa (23/6/2026).
Capaian tersebut menandai bahwa seluruh 10 pemerintah kabupaten/kota di NTB kini telah memiliki tim tanggap insiden siber yang teregistrasi secara resmi dan terhubung dengan ekosistem keamanan siber nasional. Dengan kata lain, benteng pertahanan digital NTB kini telah terbangun secara menyeluruh dari tingkat provinsi hingga daerah.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan administratif, melainkan refleksi dari keseriusan pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan digital yang aman, tangguh, dan terpercaya.
“Keamanan siber bukan hanya urusan teknologi informasi, tetapi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik. Transformasi digital harus dibangun di atas fondasi keamanan yang kuat,” ujar Umi Dinda.
Menurutnya, seiring semakin luasnya digitalisasi layanan pemerintahan, ancaman terhadap keamanan data dan sistem informasi juga semakin kompleks. Karena itu, pembangunan Smart Government yang menjadi bagian dari visi NTB Makmur Mendunia harus dibarengi dengan penguatan sistem perlindungan digital yang memadai.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, lahir dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, BSSN, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Melalui sinergi yang kuat, kita tidak hanya membangun kapasitas teknis, tetapi juga membentuk budaya sadar keamanan siber di seluruh lingkungan pemerintahan,” katanya.
Sementara itu, Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi, menilai pembentukan dan registrasi Tim Tanggap Insiden Siber merupakan langkah strategis dalam memperkuat pertahanan digital Indonesia dari tingkat daerah.
Menurutnya, keberadaan TTIS memiliki peran penting dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani berbagai ancaman siber yang dapat mengganggu layanan publik maupun keamanan informasi pemerintah.
“Kami akan terus memberikan dukungan melalui pembinaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemantauan berkala, serta pendampingan teknis agar kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman siber semakin kuat,” ujarnya.
Nugroho menjelaskan, TTIS memiliki tugas mulai dari mengidentifikasi dan melindungi aset informasi, melakukan audit keamanan sistem, memperkuat pengendalian akses, menangani insiden siber, hingga memulihkan layanan digital agar tetap berjalan secara aman dan berkelanjutan.
Dengan penghargaan tersebut, NTB menjadi salah satu daerah yang dinilai berhasil membangun fondasi ketahanan siber secara komprehensif. Selain memperoleh legitimasi formal melalui registrasi nasional, seluruh tim yang telah terbentuk juga akan mendapatkan pembinaan dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan dari BSSN.
Capaian ini menjadi tonggak penting bagi NTB dalam menghadapi tantangan era digital. Di tengah meningkatnya ancaman kebocoran data, serangan siber, dan gangguan terhadap sistem pemerintahan berbasis elektronik, keberadaan Tim Tanggap Insiden Siber di seluruh daerah diharapkan mampu menjaga keamanan layanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap transformasi digital yang tengah dijalankan pemerintah.
Dengan benteng siber yang kini telah terbangun secara utuh, NTB semakin optimistis mewujudkan pelayanan publik digital yang aman, andal, dan terpercaya sebagai bagian dari langkah menuju NTB Makmur Mendunia.
