Mataram||bimakita.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mendorong reformasi sektor kesehatan melalui transformasi besar-besaran di RSUP NTB. Di bawah arahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, rumah sakit milik pemerintah provinsi itu kini memasuki babak baru setelah berhasil menuntaskan seluruh utang kontraktual senilai Rp91,45 miliar sekaligus memulai pembenahan menyeluruh menuju pelayanan kesehatan yang modern, cepat, dan manusiawi.
Pelunasan utang tersebut menjadi tonggak penting bagi RSUP NTB untuk memperkuat tata kelola dan memperluas ruang fiskal dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Direktur RSUP NTB, drg. H. Asrul Sani, M.Kes., berhasil mempercepat penyelesaian sisa utang sebesar Rp46,67 miliar hanya dalam waktu satu bulan, melanjutkan kerja direksi sebelumnya yang telah menyelesaikan Rp44,76 miliar.
Dalam rapat khusus bersama jajaran manajemen rumah sakit, Gubernur NTB menegaskan bahwa keberhasilan sebuah rumah sakit tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan, tetapi dari kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan pelayanan yang cepat, manusiawi, nyaman, dan memberi kepastian,” tegas Miq Iqbal.
Langkah Transformasi RSUP NTB
Transformasi yang kini disiapkan RSUP NTB dibawah komando drg. H. Asrul Sani, M.Kes., mencakup pembenahan layanan klinis, digitalisasi sistem rumah sakit, penguatan fasilitas kritis, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan.
Pada sektor pelayanan klinis, RSUP NTB mulai melakukan redistribusi kapasitas tempat tidur layanan anak untuk mengurai kepadatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Rumah sakit juga menerapkan sistem dual-track pathway dengan memisahkan jalur pasien infeksius dan non-infeksius sejak pintu masuk guna menekan risiko penularan serta mempercepat waktu penanganan pasien.
Selain itu, penguatan fasilitas ICU dan sistem monitoring pasien kritis juga menjadi prioritas untuk menekan angka mortalitas dan meningkatkan kualitas penanganan medis.
Di bidang digitalisasi, RSUP NTB mulai menerapkan sistem pendaftaran online, rekam medis elektronik, manajemen antrean digital, hingga dashboard pelayanan berbasis real-time yang memungkinkan pengambilan keputusan medis lebih cepat dan akurat.
Sistem tersebut juga akan terintegrasi langsung dengan Kementerian Kesehatan.
Pemerintah Provinsi NTB juga memberi perhatian khusus terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan. Sejumlah program penunjang disiapkan, mulai dari ruang istirahat tenaga kesehatan, sarana olahraga, fasilitas penitipan anak (day care), hingga penguatan sistem ambulans profesional.
Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa pelunasan utang bukan akhir dari perjalanan, melainkan titik awal kebangkitan RSUP NTB.
“Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman,” ujarnya menyampaikan pesan Gubernur NTB.
Ke depan, RSUP NTB juga menargetkan terciptanya kemandirian fiskal melalui pengendalian belanja yang lebih disiplin, percepatan penyelesaian klaim BPJS, optimalisasi aset rumah sakit, serta pengembangan sumber pendapatan baru agar tidak lagi bergantung penuh pada subsidi APBD.
Transformasi tersebut diharapkan mampu membawa RSUP NTB menjadi institusi pelayanan kesehatan yang sehat secara finansial, profesional dalam pelayanan, serta semakin dipercaya masyarakat di seluruh wilayah NTB.
