Kunker di Ekas, Menteri KKP Perkuat Kampung Nelayan Merah Putih dan Budidaya Lobster -->

Advertisement

Video Karaoke

Kunker di Ekas, Menteri KKP Perkuat Kampung Nelayan Merah Putih dan Budidaya Lobster

1 Mar 2026


Lombok Timur, NTB | bimakita.com – Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, melakukan kunjungan kerja ke Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (27/2/2026). Dalam agenda tersebut, Menteri didampingi Plh Sekda NTB Lalu Moh Faozal dan Bupati Lombok Timur Haerul Warisin untuk meninjau langsung fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih.


Dalam peninjauan itu, Menteri melihat fasilitas cold storage berkapasitas 10 ton serta pabrik es yang disiapkan untuk menopang aktivitas perikanan nelayan setempat. Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat kesejahteraan nelayan, khususnya melalui hilirisasi komoditas unggulan seperti lobster.


Trenggono menyoroti praktik penjualan benih lobster yang dinilai belum memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat. Ia mendorong nelayan untuk beralih ke budidaya agar keuntungan yang diperoleh lebih tinggi dan berkelanjutan.


Di sini juga akan dibantu 10 unit kapal nelayan dan juga mesin. Kalau saudara-saudara yang menangkap benih lobster, jangan lagi dijual benihnya, tetapi dibudidayakan. Kalau tidak punya keramba, minta ke Pak Dirjen, langsung akan kita bagi,” tegasnya di hadapan para nelayan.

 


Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyambut positif dukungan pemerintah pusat. Ia menilai keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih sangat strategis, tidak hanya untuk sektor perikanan, tetapi juga mendukung pengembangan wisata bahari dan kuliner terapung di kawasan Ekas.


Namun, ia juga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) serta peremajaan mesin kapal nelayan yang sebagian besar sudah rusak.


Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih ini sangat mendukung wisata kami. Tapi masih ada kekurangan, pertama adalah SPBUN dan mesin-mesin kapal yang hancur. Mudah-mudahan kami bisa dibantu. Dengan adanya fasilitas penyimpanan 10 ton ini, tangkapan nelayan tidak perlu langsung dijual murah dan harganya bisa dikendalikan melalui tata niaga koperasi,” ujarnya.

 


Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB Muslim, serta jajaran pimpinan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.


Kehadiran Menteri KKP di Ekas diharapkan menjadi momentum percepatan penguatan infrastruktur perikanan, sekaligus mendorong transformasi nelayan dari penjual benih menjadi pelaku budidaya bernilai tambah tinggi di Lombok Timur. (Red)