Dari Izin ke Dapur, Berujung Maut: Kisah Tragis Pria 30 Tahun di Desa Boro, Sanggar -->

Advertisement

Video Karaoke

Dari Izin ke Dapur, Berujung Maut: Kisah Tragis Pria 30 Tahun di Desa Boro, Sanggar

28 Mar 2026


Bima, NTB | bimakita.com — Suasana tenang di Desa Boro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, mendadak berubah mencekam pada Sabtu siang (28/3/2026). Seorang pria berinisial H (30), ditemukan tak bernyawa setelah diduga melakukan gantung diri di kediamannya sekitar pukul 14.00 WITA.


Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah tetangga berdatangan setelah mendengar teriakan histeris dari dalam rumah korban. Di balik kejadian tragis ini, terkuak rangkaian detik-detik yang menyisakan tanda tanya sekaligus duka mendalam.


Detik-Detik Mencekam di Dapur Belakang


Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, sebelum kejadian, korban sempat berada di ruang tamu bersama istrinya, Erni (30). Dalam kondisi yang tampak biasa, korban kemudian meminta izin menuju dapur belakang.


Namun, waktu berjalan tanpa kejelasan. Rasa curiga mulai muncul ketika korban tak kunjung kembali. Sang istri akhirnya menyusul ke dapur — dan di situlah ia mendapati pemandangan yang mengubah segalanya.


Korban ditemukan dalam posisi berdiri di atas sebuah meja kecil, dengan tali nilon biru yang terikat di lehernya.


Istri korban langsung berteriak meminta pertolongan sambil berusaha mengangkat tubuh korban dan memotong tali,” ungkap Kapolsek Sanggar, Iptu Eric As Ari.


Upaya penyelamatan sempat dilakukan. Korban dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Sanggar. Namun, takdir berkata lain — nyawanya tidak tertolong.


Saksi dan Barang Bukti


Peristiwa tersebut turut disaksikan oleh beberapa warga, termasuk Munawir (44), seorang honorer Satpol PP yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.


Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan langsung dengan insiden tersebut. Di antaranya seutas tali nilon berwarna biru, pakaian yang dikenakan korban, serta celana dalam.


Langkah-langkah kepolisian pun langsung dilakukan, mulai dari pengamanan TKP, pemeriksaan saksi, hingga pendalaman kronologi untuk memastikan tidak adanya unsur lain di balik kematian korban.


Motif Mengarah ke Konflik Rumah Tangga


Di balik tragedi ini, muncul dugaan kuat adanya tekanan psikologis yang dialami korban. Informasi yang dihimpun menyebutkan, beberapa hari sebelum kejadian, istri pertama korban sempat datang dan mempersoalkan keberadaan istri kedua.


Situasi tersebut diduga memicu konflik internal yang berujung pada rasa malu dan tekanan emosional yang berat bagi korban.


Meski demikian, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan final terkait motif, dan masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut.


Pasca kejadian, kondisi di Desa Boro dilaporkan tetap aman dan kondusif. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa serta tokoh masyarakat bergerak cepat melakukan koordinasi guna mencegah potensi gangguan keamanan.


Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh spekulasi liar yang beredar, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat. (Red)