SPAM Dara Kota Bima Sudah Mengalir ke Warga, Komitmen Pelaksana Diapresiasi Meski Anggaran Dipangkas 20 Persen -->

Advertisement

Video Karaoke

SPAM Dara Kota Bima Sudah Mengalir ke Warga, Komitmen Pelaksana Diapresiasi Meski Anggaran Dipangkas 20 Persen

16 Feb 2026


Kota Bima, NTB | bimakita.com – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dara kini dipastikan sudah mengalirkan air hingga ke penerima manfaat. Meski demikian, sejumlah perbaikan teknis masih terus dikebut dalam masa pemeliharaan oleh pihak pelaksana.


Pelaksana proyek, CV Arzaf Jaya Gemilang, menegaskan komitmennya untuk memastikan distribusi air berjalan optimal. Prinsip utama proyek ini, kata sumber di lapangan, adalah air benar-benar sampai ke warga sebagai penerima manfaat.



Beberapa kendala teknis sebelumnya menjadi sorotan, di antaranya debit air dari pompa yang cukup besar serta adanya pipa yang sempat pecah. Namun, pekerjaan tersebut masuk dalam kategori perbaikan yang memang diperbolehkan—bahkan wajib—dituntaskan dalam masa pemeliharaan.


Proses PHO dan Kewajiban Perbaikan


Proyek ini telah melalui tahapan Provisional Hand Over (PHO) karena pekerjaan mayor dinyatakan selesai. Sementara item pekerjaan yang sebelumnya disorot bukan termasuk pekerjaan mayor, sehingga secara regulasi masih menjadi tanggung jawab pelaksana untuk dibenahi dalam periode pemeliharaan.


Masa pemeliharaan sendiri berlangsung hingga Juni 2026. Artinya, seluruh kerusakan teknis seperti kebocoran pipa maupun optimalisasi pompa wajib ditangani sebelum Final Hand Over (FHO) dilakukan.


Air Macet karena Belum Ada Pengelola


Persoalan yang sempat muncul di pemukiman warga terkait macetnya aliran air disebut bukan murni persoalan teknis jaringan. Penyebab utamanya adalah belum adanya pengelola yang mengatur sistem buka-tutup pompa menuju reservoir (bak penampungan).


Pembentukan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) direncanakan setelah Dinas PUPR Kota Bima melakukan FHO dan menyerahkan proyek secara resmi kepada pihak kelurahan. Nantinya, lurah akan menerbitkan SK pembentukan KPSPAM sebagai pihak yang bertanggung jawab mengoperasikan dan merawat SPAM Dara, ditargetkan mulai Juli 2026.


Proyek Dipangkas Lebih dari 20 Persen


Menariknya, proyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp1,9 miliar dari pagu awal Rp2,4 miliar. Artinya, terjadi pemangkasan sekitar Rp500 juta atau lebih dari 20 persen dari pagu anggaran saat proses tender.


Agus Mawardi, pemerhati sosial sekaligus Pimpinan Redaksi media lokal Metromini, menilai proyek ini perlu pengawalan khusus.


Kami merasa perlu untuk mengawal kesuksesan SPAM Dara karena sebelumnya kami menulis keberhasilannya sebagai bentuk dukungan moral kepada pelaksana. Dengan pemotongan lebih dari 20 persen, belum ditambah pajak, pekerjaan ini nyaris tidak menyisakan keuntungan,” ujarnya.

 


Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan dasar masyarakat.


Pengawalan Publik Tetap Dibutuhkan


Meski air telah mengalir hingga penerima manfaat, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Masa pemeliharaan menjadi momentum krusial untuk memastikan seluruh sistem bekerja stabil sebelum diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah kelurahan dan pengelola.


Keberhasilan SPAM Dara tidak hanya diukur dari selesainya konstruksi, tetapi dari keberlanjutan distribusi air bersih kepada warga. Pengawasan publik tetap diperlukan agar komitmen perbaikan benar-benar dijalankan, sehingga proyek bernilai miliaran rupiah ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (Red)