Kota Bima, NTB | bimakita.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota Bima mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pasar Ramadan. Fokus utama tahun ini tidak hanya pada penyediaan ruang bagi pelaku UMKM, tetapi juga penataan lokasi, rekayasa lalu lintas, hingga pengelolaan kebersihan secara terpadu.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., SH., M.Ec.Dev., Sabtu (14/02/2026) menegaskan bahwa Pasar Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki dua tujuan strategis: mendorong perputaran ekonomi UMKM dan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan berbuka puasa.
Pemerintah Kota Bima selalu hadir untuk memfasilitasi UMKM agar dapat berjualan dengan nyaman dan tertib, sekaligus memastikan masyarakat mudah mengakses kebutuhan Ramadan,” ujarnya.
![]() |
| Foto : Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., SH., M.Ec.Dev, |
Lokasi Dipusatkan di Pasar Senggol
Tahun 2026, Pasar Ramadan dipastikan berlokasi di kawasan Pasar Senggol, tepatnya di jalur jalan depan Toko Bata ke arah timur dan ke utara. Penetapan lokasi ini disebut berdasarkan arahan pimpinan daerah dengan mempertimbangkan aspek strategis, aksesibilitas, serta dampak ekonomi bagi pedagang tetap di sekitar kawasan tersebut.
Secara investigatif, langkah ini menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk menghindari penyebaran lapak liar yang berpotensi mengganggu ketertiban kota. Dengan pemusatan lokasi, pengawasan terhadap pedagang, kebersihan, dan keamanan dinilai lebih efektif.
Ukuran lapak UMKM juga dibatasi maksimal 2 x 2 meter. Kebijakan ini tidak hanya untuk menjaga kerapian visual kawasan, tetapi juga memastikan kelancaran arus pengunjung dan akses darurat apabila dibutuhkan.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pengamanan Terpadu
Potensi lonjakan pengunjung, terutama pada H-3 hingga H-2 Idul Fitri, menjadi perhatian serius. Dinas Perhubungan Kota Bima akan menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengaturan parkir guna mengantisipasi kemacetan.
Pengamanan akan dilakukan secara terpadu oleh Polsek Rasanae Barat bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Skema ini dirancang untuk meminimalisir gangguan keamanan, praktik premanisme, maupun potensi konflik antar pedagang.
Langkah ini sekaligus menjadi indikator bahwa pemerintah tidak ingin Pasar Ramadan sekadar menjadi pusat ekonomi musiman, tetapi juga ruang publik yang tertib dan aman bagi masyarakat.
Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan
Aspek kebersihan juga mendapat penekanan khusus. Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Lingkungan Hidup akan menyiapkan bak sampah serta 2–3 unit dump truck untuk penyisiran rutin.
Pedagang diwajibkan menyiapkan kantong sampah sendiri dan memastikan sampah terbungkus rapi. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga wajah kota tetap Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA).
Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pasar musiman berpotensi menghasilkan volume sampah signifikan dalam waktu singkat. Karena itu, sistem penanganan cepat menjadi kunci agar tidak menimbulkan keluhan warga sekitar.
Dukungan BUMN/BUMD dan Dampak Ekonomi
Pembukaan Pasar Ramadan direncanakan pada hari pertama puasa. Pemerintah Kota Bima juga akan berkoordinasi dengan BUMN/BUMD untuk memberikan dukungan terhadap kelancaran kegiatan.
Secara ekonomi, Pasar Ramadan berpotensi menciptakan multiplier effect, khususnya bagi pelaku UMKM yang memiliki kewajiban retribusi daerah. Dengan pemusatan lokasi di kawasan strategis, diharapkan terjadi peningkatan transaksi tidak hanya bagi pedagang takjil, tetapi juga toko-toko permanen di sekitar Pasar Senggol.
Pemerintah Kota Bima berharap Pasar Ramadan 2026 dapat berjalan tertib, aman, bersih, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan persiapan lintas sektor yang dimatangkan sejak awal, Pasar Ramadan tahun ini diharapkan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi instrumen penguatan ekonomi lokal yang terkelola secara profesional dan berkelanjutan. (Adv/red)

