Wali Kota Ichinoseki Jepang Tiba di Kota Bima, Jajaki Penguatan Kerja Sama Berbagai Sektor -->

Advertisement

Video Karaoke

Wali Kota Ichinoseki Jepang Tiba di Kota Bima, Jajaki Penguatan Kerja Sama Berbagai Sektor

6 Okt 2026


Kota Bima, NTB | Bimakita.com – Wali Kota Ichinoseki, Jepang, Yoshihito Sato, bersama rombongan delegasi tiba di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (5/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Bima dan Pemerintah Kota Ichinoseki untuk memperkuat hubungan dan menjajaki kerja sama di berbagai sektor.


Kedatangan Yoshihito Sato disambut langsung Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., bersama jajaran Pemerintah Kota Bima di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.


Kunjungan Wali Kota Ichinoseki dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (7/10/2026). Agenda tersebut secara khusus diarahkan untuk memperkuat kerja sama kedua daerah, terutama dalam bidang ketenagakerjaan, sekaligus membuka peluang kemitraan di sektor pendidikan, ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian, perikanan, hingga lingkungan.


Dalam pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kota Bima, Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE menyampaikan bahwa kedatangan delegasi Ichinoseki bukan sekadar agenda pemerintahan, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan kebudayaan kedua daerah.


Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Bima, saya menyampaikan ucapan selamat datang yang sebesar-besarnya kepada Wali Kota Ichinoseki beserta seluruh rombongan di Kota Bima,” ujar H. A. Rahman.

 


Menurutnya, hubungan kerja sama yang telah dibangun, khususnya di bidang ketenagakerjaan, dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan kemitraan yang lebih luas antara Kota Bima dan Ichinoseki.


Dorong Anak Muda Bima Bekerja ke Jepang

Salah satu fokus utama kerja sama tersebut adalah membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Kota Bima untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan bekerja di Jepang.


Pemkot Bima menyebut persoalan kemiskinan dan pengangguran masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara bersama-sama.


Data yang disampaikan Pemkot Bima menunjukkan angka kemiskinan turun dari 8,12 persen pada 2024 menjadi 7,33 persen pada 2025.


Sementara itu, pada 2024 terdapat 89.413 orang angkatan kerja di Kota Bima. Dari jumlah tersebut, 86.486 orang telah bekerja dan 2.927 orang masih menganggur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 3,27 persen.


Pemerintah juga menyoroti persoalan pekerja yang memiliki jam kerja terbatas atau masuk kategori setengah pengangguran.


Untuk memperluas akses kerja ke Jepang, Pemkot Bima menyiapkan kebijakan yang cukup besar.


Pada tahun anggaran 2027, pemerintah daerah menyiapkan Rp2,5 miliar untuk mendukung subsidi pelatihan siswa yang dipersiapkan bekerja ke Jepang melalui Nichini Kaigo School.


Pemkot Bima menargetkan sedikitnya 100 anak Kota Bima dapat dikirim ke Jepang setiap tahun.


Kami ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan. Anak-anak muda Kota Bima mendapat kesempatan untuk belajar dan bekerja di Jepang, sementara masyarakat dan dunia usaha di Ichinoseki mendapat mitra yang baik dari Kota Bima,” kata H. A. Rahman.


Kerja Sama Tak Hanya Soal Ketenagakerjaan

H. A. Rahman berharap hubungan Kota Bima dan Ichinoseki tidak berhenti pada kerja sama ketenagakerjaan.


Menurutnya, terdapat sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan melalui kemitraan kedua kota.



Di bidang pendidikan, misalnya, kerja sama dapat diarahkan pada pertukaran pelajar, mahasiswa, guru, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman pendidikan.


Kota Bima juga menawarkan kekayaan budaya Mbojo, seperti Rimpu, tenun Bima, seni dan tradisi masyarakat, untuk diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Ichinoseki.


Di sektor ekonomi, Pemkot Bima membuka peluang kerja sama melalui pengembangan UMKM, perdagangan dan investasi, termasuk mempertemukan pelaku usaha dari kedua daerah melalui skema business matching.


Kerja sama juga dapat diperluas ke bidang pertanian, perikanan dan pengolahan pangan, khususnya dalam peningkatan kualitas produk, teknologi pascapanen, pengemasan dan akses pasar.


Sementara di bidang lingkungan, Pemkot Bima berharap dapat belajar dari pengalaman Jepang dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, pengurangan, daur ulang hingga edukasi masyarakat.


Selain Wali Kota Ichinoseki Yoshihito Sato, delegasi Jepang yang datang ke Kota Bima antara lain Yamakura Hiroya, Ito Hiroyoshi, Chiba Fuminobu, Katsuura Nobuyuki, Chiba Kunihiro, Saito Ken, Sasaki Kazunori, Sato Misao, Konno Ikuro, Iwabuchi Rikiya dan Nguyen Cong Phin.


Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, Sekretaris Daerah Kota Bima, sejumlah kepala OPD, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima serta jajaran Kejaksaan Negeri Raba Bima.


Kunjungan hingga 7 Oktober 2026 itu diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan Kota Bima–Ichinoseki, sekaligus membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua daerah. (Red)