Panah Misterius di Jalan Rabakodo–Tente, Pelajar 16 Tahun Jadi Korban Penganiayaan -->

Advertisement

Video Karaoke

Panah Misterius di Jalan Rabakodo–Tente, Pelajar 16 Tahun Jadi Korban Penganiayaan

5 Apr 2026


Kabupaten Bima — Aksi kekerasan menggunakan busur panah kembali terjadi di wilayah Kecamatan Woha. Seorang pelajar berusia 16 tahun menjadi korban penganiayaan oleh pelaku tak dikenal di jalan lintas Desa Rabakodo–Tente, tepatnya di depan SDN Inpres Rabakodo, Sabtu (4/4) sekitar pukul 22.00 Wita.


Korban diketahui berinisial M.F., warga Dusun Tunas Mekar, Desa Samili. Saat kejadian, ia tengah berboncengan bertiga menggunakan sepeda motor dari arah Desa Talabiu menuju Desa Samili.


Foto : korban ke Puskesmas Woha untuk penanganan medis.


Menurut keterangan saksi, serangan terjadi secara tiba-tiba di ruas jalan yang kondisinya bergelombang dan minim penerangan. Saat melintas di lokasi, sebuah anak panah berbahan bambu melesat dan mengenai bagian wajah korban, tepat di pipi kanan bawah mata.


Kami tidak lihat pelaku, tiba-tiba saja korban sudah terkena panah. Posisinya duduk paling belakang,” ujar salah satu saksi yang turut bersama korban saat kejadian.


Dalam kondisi terluka, korban langsung meminta rekannya mengarahkan kendaraan menuju Mapolsek Woha untuk melaporkan insiden tersebut. Personel kepolisian yang menerima laporan kemudian segera membawa korban ke Puskesmas Woha untuk penanganan medis.


Tim medis berhasil mengevakuasi anak panah yang tertancap di wajah korban sekitar pukul 22.20 Wita. Beruntung, korban dalam kondisi sadar dan luka tidak mengancam nyawa, meski berada di area vital.


Tak lama setelah itu, pihak kepolisian melakukan serangkaian langkah awal, termasuk meminta keterangan korban dan saksi serta mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP). Mengingat korban masih di bawah umur, proses pelaporan lanjutan dilakukan dengan pendampingan keluarga ke Polres Bima.


Kapolsek Woha juga dilaporkan memberikan imbauan kepada keluarga korban dan pemerintah desa guna mencegah potensi konflik lanjutan di tengah masyarakat.


Pola Serangan dan Dugaan Pelaku


Hingga berita ini diturunkan, pelaku penganiayaan masih dalam penyelidikan. Aparat belum mengungkap motif maupun identitas pelaku, namun pola serangan menggunakan busur panah di malam hari menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan warga.


Serangan yang dilakukan secara acak di jalan umum mengindikasikan kemungkinan adanya aksi kriminal terencana atau bahkan fenomena “panah liar” yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Bima dalam beberapa waktu terakhir.


Sejumlah warga menyebut, lokasi kejadian memang dikenal gelap dan rawan pada malam hari, terutama karena kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan.


Pihak kepolisian memastikan situasi di Desa Samili dan sekitarnya tetap dalam kondisi aman dan terkendali pasca kejadian. Meski demikian, aparat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur sepi pada malam hari.


Kasus ini kini ditangani oleh Polres Bima untuk proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan kejadian serupa yang pernah terjadi di wilayah tersebut.


Sumber : fb. PolMas Bima