Warga Ndano Na’e Berharap WiFi Gratis, Diskominfotik Kota Bima Turun Survei Jaringan -->

Advertisement

Video Karaoke

Warga Ndano Na’e Berharap WiFi Gratis, Diskominfotik Kota Bima Turun Survei Jaringan

13 Des 2025


Kota Bima, NTB || bimakita.com – Harapan warga Ndano Na’e, Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, untuk menikmati akses internet yang layak kembali mengemuka. Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima melakukan survei lapangan terkait lemahnya jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut, Kamis (11/12/2025).


Survei lapangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Persandian Diskominfotik Kota Bima, Zainudin, S.Pd., guna melihat secara langsung kondisi jaringan sekaligus mendengar keluhan dan harapan masyarakat.


Wilayah Ndano Na’e yang terdiri dari 1 RW dan 2 RT dengan jumlah penduduk lebih dari 120 jiwa hingga kini belum menikmati layanan jaringan seluler dan internet yang memadai. Kondisi tersebut sangat dirasakan warga, terutama dalam mendukung aktivitas pendidikan anak-anak yang kini sangat bergantung pada akses digital.


Sejumlah warga mengaku terpaksa mencari alternatif dengan memasang layanan WiFi berbasis voucher. Tercatat sekitar delapan rumah warga menggunakan WiFi.id voucher secara bergantian. Namun, solusi tersebut dinilai belum efektif dan cukup membebani ekonomi keluarga.


Para ibu rumah tangga harus membeli voucher internet seharga Rp5.000 untuk durasi sekitar 10 jam. Jika dilakukan setiap hari, biaya tersebut menjadi beban tambahan, khususnya bagi keluarga dengan lebih dari satu anak yang membutuhkan akses internet untuk belajar.


Kami berharap ada WiFi gratis dari pemerintah. Kalau setiap hari harus beli voucher Rp5.000 per anak, itu berat bagi kami. Anak-anak kami hanya ingin belajar seperti anak-anak di wilayah bawah kota,” ungkap salah satu warga Ndano Na’e.


Warga berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan fasilitas WiFi gratis atau solusi jaringan permanen agar kesenjangan akses informasi tidak terus terjadi. Menurut mereka, internet kini bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan dasar.


Menanggapi hal tersebut, Zainudin menjelaskan bahwa survei ini bertujuan menghimpun data faktual sebagai bahan perumusan kebijakan ke depan. Aspirasi warga, termasuk permintaan WiFi gratis, menjadi catatan penting bagi Diskominfotik.


Kami turun langsung untuk melihat kondisi nyata di lapangan dan mendengar harapan masyarakat. Data ini akan kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan agar ada solusi konkret, termasuk kemungkinan penyediaan akses internet yang lebih terjangkau bagi warga,” jelas Zainudin.


Ia menegaskan bahwa pemerataan akses jaringan dan informasi merupakan kebutuhan mendesak di era digital, sehingga diperlukan langkah strategis dan kolaborasi lintas pihak agar wilayah seperti Ndano Na’e tidak terus tertinggal dari segi konektivitas.