Serah Terima Jabatan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa Resmi Gantikan Piek Budyakto -->

Advertisement

Video Karaoke

Serah Terima Jabatan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Putra Widiastawa Resmi Gantikan Piek Budyakto

17 Okt 2026


JAKARTA | bimakita.com – Tongkat komando Panglima Kodam IX/Udayana resmi beralih kepada Mayjen TNI Putra Widiastawa dalam rangkaian serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Panglima Kodam di lingkungan TNI Angkatan Darat. Prosesi tersebut berlangsung di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (16/10/2026), dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.


Mayjen TNI Putra Widiastawa menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto, yang selanjutnya mendapat penugasan sebagai Pangdam V/Brawijaya. Pergantian ini menjadi bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier perwira tinggi TNI AD untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas pertahanan negara.


Mutasi dan rotasi jabatan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep: 1236/X/2026 tanggal 1 Oktober 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.


Serah terima jabatan ini berlangsung di tengah penguatan struktur organisasi TNI, termasuk peresmian enam Kodam baru oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, 5 Oktober 2026.


Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menegaskan kesinambungan pelaksanaan tugas di lingkungan TNI AD dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis dan tantangan pertahanan yang semakin dinamis.


Putra Daerah Bali dengan Pengalaman Militer

Mayjen TNI Putra Widiastawa merupakan putra daerah Bali yang lahir di Singaraja, Kabupaten Buleleng, pada 3 April 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995 dan mengawali karier militernya melalui kecabangan Infanteri di satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus).


Sepanjang perjalanan kariernya, Putra Widiastawa telah menempuh berbagai jenjang pendidikan militer, mulai dari pendidikan kecabangan Infanteri, Seskoad pada 2009, Sesko TNI pada 2018, hingga pendidikan Lemhannas pada 2024.



Pengalamannya juga mencakup sejumlah penugasan operasi, di antaranya Operasi Timor Timur pada 1998, pengamanan wilayah Ambon pada 2000, Operasi Komite Aceh pada 2002, pengamanan perbatasan RI–Papua pada 2015, serta Operasi Tinombala di Poso pada 2016.


Selain pengalaman operasi, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Danyonif Linud 328 Kostrad, Dandim 0911/Nunukan, Danbrigif 22/Ota Manasa, Asops Kasdam XII/Tanjungpura, Wadan Rindam XIII/Merdeka, Kapusdalops, dan Staf Khusus Kasad.


Sebelum ditunjuk menjadi Pangdam IX/Udayana, Putra Widiastawa menjabat sebagai Inspektur Kopassus sejak 15 Agustus 2025.


Riwayat penugasan tersebut menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan Kodam IX/Udayana, yang memiliki wilayah tugas strategis di Bali dan Nusa Tenggara.


Harapan untuk Kepemimpinan Baru

Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution menyampaikan bahwa penunjukan Mayjen TNI Putra Widiastawa merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan TNI AD.


Menurutnya, latar belakang Putra Widiastawa sebagai putra daerah Bali diharapkan dapat mendukung kesinambungan kepemimpinan serta pelaksanaan tugas Kodam IX/Udayana.


Dengan pengalaman penugasan dan kepemimpinan yang dimiliki, Pangdam IX/Udayana yang baru diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, dan seluruh komponen masyarakat, serta menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Sementara itu, Mayjen TNI Piek Budyakto akan melanjutkan pengabdiannya sebagai Pangdam V/Brawijaya. Penugasan baru tersebut menjadi bagian dari rotasi kepemimpinan untuk memperkuat organisasi dan menjawab kebutuhan tugas TNI AD di berbagai wilayah.


Dengan terlaksananya serah terima jabatan tersebut, kepemimpinan Kodam IX/Udayana memasuki babak baru. Tantangan selanjutnya adalah memastikan program strategis satuan tetap berjalan, soliditas prajurit terjaga, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan di wilayah Bali.


(Sumber: Pendam IX/Udayana)