Tim Ekspedisi Patriot IPB University dan Warga SP 5 Tambora Bahas Arah Pengembangan Komoditas Lokal -->

Advertisement

Video Karaoke

Tim Ekspedisi Patriot IPB University dan Warga SP 5 Tambora Bahas Arah Pengembangan Komoditas Lokal

19 Okt 2025


Bima, NTB - bimakita.com ||  Suasana hangat terasa di Aula SP 5 Desa Sori Nae, Kecamatan Tambora, Jumat (17/10/2025) pagi. Warga setempat bersama Tim Ekspedisi Patriot IPB University duduk melingkar, berdiskusi tentang masa depan pertanian di kawasan mereka.


Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini menjadi bagian dari upaya IPB University memetakan potensi dan tantangan komoditas unggulan di wilayah transmigrasi Tambora. SP 5 menjadi lokasi lanjutan setelah beberapa satuan pemukiman sebelumnya juga dikunjungi tim kampus asal Bogor itu.


Dipimpin oleh Anisa Fitri, S.Tr.Bns, Koordinator Lapangan Ekspedisi Patriot IPB University, tim beranggotakan lima orang mahasiswa ini mendengarkan langsung cerita dan pengalaman warga. Turut hadir Kepala Dusun Sori Nae, perwakilan petani, peternak, dan nelayan.


“Kami berterima kasih kepada adik-adik dari IPB yang sudah datang jauh-jauh ke sini. Semoga hasil dari diskusi ini bisa membantu kami mengembangkan potensi pertanian di SP 5,” ujar Kepala Dusun Sori Nae dalam sambutannya.


Dalam paparannya, Anisa menjelaskan bahwa FGD ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan bagian penting dari riset lapangan untuk menentukan arah pengembangan komoditas unggulan daerah.


“Kami ingin menggali informasi langsung dari masyarakat. Apa kendalanya, seperti apa kondisi lahan, dan peluang apa yang bisa dikembangkan. Semua data ini nanti akan kami susun jadi rekomendasi untuk pemerintah pusat dan daerah,” jelasnya.


Diskusi berjalan interaktif. Warga dari berbagai sektor pertanian — mulai dari petani jagung, pisang, kacang tanah, hingga jambu mete — saling berbagi cerita. Mereka juga mengungkap tantangan yang dihadapi, seperti terbatasnya air irigasi, sarana pertanian yang minim, serta harga panen yang tidak stabil.


Selain itu, masyarakat berharap ada pendampingan agar bisa mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. 

“Kalau bisa, kami diajari cara olah hasil panen jadi produk siap jual, supaya harganya lebih baik,” ujar Imran, salah satu petani jagung.


Dari hasil FGD, tim IPB University mengidentifikasi empat komoditas utama yang punya prospek besar untuk dikembangkan di SP 5, yakni jambu mete, jagung, kacang tanah, dan pisang. Tim juga memberikan rekomendasi awal berupa peningkatan infrastruktur jalan tani, pelatihan pascapanen, serta penguatan kelembagaan petani melalui koperasi.


Menutup kegiatan, para peserta dan tim IPB berfoto bersama. Anisa menyampaikan bahwa timnya akan menindaklanjuti hasil FGD dengan analisis data laboratorium tanah serta kajian rantai pasok pertanian di kawasan Tambora.


“Kami ingin hasil penelitian ini bisa benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya berhenti di laporan,” katanya.


Diskusi sederhana namun penuh makna ini menjadi langkah kecil menuju kemandirian pertanian di SP 5 Tambora — ketika warga dan akademisi bergandengan tangan untuk membangun masa depan dari akar rumput. (Adv)