Petani Tambora Berharap Ada Bendungan dan Modal Murah: “Air Melimpah, Tapi Terbuang ke Laut -->

Advertisement

Video Karaoke

Petani Tambora Berharap Ada Bendungan dan Modal Murah: “Air Melimpah, Tapi Terbuang ke Laut

15 Okt 2025


Bima, NTB - bimakita.com || Di bawah terik matahari Tambora, Rahmah menatap hamparan sawah yang mulai mengering. Air yang seharusnya menghidupi lahan pertanian itu justru mengalir deras ke laut tanpa dimanfaatkan. Dengan nada lirih namun penuh harap, warga asal Kecamatan Tambora itu menyampaikan keinginannya kepada Tim Ekspedisi Patriot Kementrans  dan pemerintah yang kini tengah berada di wilayahnya.


Rahmah berharap adanya pembangunan bendungan agar para petani Tambora bisa bercocok tanam padi hingga tiga kali dalam setahun tanpa bergantung pada musim hujan.


“Air di Tambora ini sebenarnya melimpah, tapi sayangnya dibiarkan begitu saja mengalir ke laut. Tidak ada irigasi yang menampung dan menyalurkannya untuk sawah, contohnya seperti di Desa Oi Marai dan Kawinda Toi,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).


Selain masalah irigasi, Rahmah juga menyoroti soal permodalan petani yang masih menjadi beban berat. Ia berharap pemerintah bisa menyediakan pinjaman lunak agar petani tak lagi bergantung pada rentenir.


“Bagaimana kita bisa maju kalau masih tergantung pada rentenir. Pinjam Rp10 juta, harus kembalikan Rp16 juta. Syukur kalau panen berhasil, tapi kalau gagal, kami terlilit utang,” ungkapnya.


Menurutnya, dua hal penting—pembangunan bendungan dan kemudahan akses modal—akan menjadi titik awal bagi kemajuan pertanian Tambora. Dengan potensi lahan yang subur dan ketersediaan air yang melimpah, Rahmah yakin Tambora bisa menjadi lumbung pangan jika dikelola dengan baik.


Kecamatan Tambora sendiri dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan sumber daya alam melimpah, namun hingga kini belum termanfaatkan secara optimal akibat minimnya infrastruktur dan dukungan finansial bagi petani. (Rad)